Sebut Soloraya Darurat Ormas, DMC Buat Surat Terbuka Untuk Kapolri

Nusantara  SELASA, 21 JANUARI 2020 , 19:07:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Sebut Soloraya Darurat Ormas, DMC Buat Surat Terbuka Untuk Kapolri
RMOLJateng. Berkaca masih terjadinya aksi perkelahian antar sesama ormas atau perguruan silat di wilayah Solo Raya, Dewan Muda Complex (DMC) membuat Surat Terbuka untuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
 
Hal utama yang disampaikan adalah mendesak Kepolisian Republik Indonesia membentuk unit khusus pengawas kinerja anggota Kepolisian.

Yang dalam ini berhubungan dengan penanganan sejumlah kasus pertikaian antar ormas/perguruan silat yang semakin meresahkan.
 
"Soloraya sudah darurat pertikaian ormas. Hampir setiap bulan ada berita perkelahian antar ormas, khususnya di Solo raya. Ironisnya,  sepertinya aparat tidak bisa menyelesaikan kasus ini secara tegas. Akibatnya kasus ini akan berulang ulang kembali karena pelaku tidak dihukum,” kata M. Badrus Zaman, tim legal DMC, pada awak media Selasa (21/1/2020).
 
Dicontohkan Badrus, seperti pada kasus pertikaian anggota perguruan silat di Wonogiri yang mengakibatkan Kasat Reskrim Polres Wonogiri mengalami luka parah.

Juga kasus pembacokan oleh orang tak dikenal di Telukan Sukoharjo, lalu di Grogol Sukoharjo, dan Baki Sukoharjo, yang kasus yang paling baru di Kartasura dengan dua korban luka bacok.
 
Surat terbuka yang diserukan DMC berisi beberapa poin, yakni menghapuskan impunitas terhadap ormas-ormas yang menggangu stabilitas perdamaian dan kamtibmas di Solo Raya khususnya di Sukoharjo dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan tidak berpihak.

Kemudian meminta kepada Kapolri untuk tidak menentang ormas dan masyarakat sipil yang kritis dan memperjuangkan hak-haknya serta peduli dengan persatuan dan persatuan NKRI untuk mendukung Kamtibmas.

Selanjutnya meminta kepada Bapak Kapolri untuk membuat Tim Khusus yang di terjunkan sebagai pengawas, pengendali dan penindakan atas kinerja anggota Kepolisian sehingga tercipta rasa keadilan bagi kami pencari kesejahteraan.
 
"Kami DMC dan masyarakat sipil menunggu tindakan nyata dari Kapolri untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil dan tidak berpihak karena menyangkut kewibawaan hubungan Kepolisian RI sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan di Indonesia,"  tandas Badrus Zaman.
 
Seperti diketahui, dalam kasus pembacokan yang terjadi di Kartasura Sukoharjo, Jumat (17/1/2020) dini hari kemarin, salah satu korbannya adalah anggota DMC. [jie]
 





Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00