Beri Pelatihan Siplah, Kadin Jateng Ingin UMKM Pahami Strategi Marketing

Ekonomi  KAMIS, 16 JANUARI 2020 , 14:40:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Beri Pelatihan Siplah, Kadin Jateng Ingin  UMKM Pahami Strategi Marketing
RMOLJateng. Serius mengangkat pengusaha UMKM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah memberikan pelatihan strategi marketing Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Siplah) 2020.

Ketua Kadin Jateng, Ali Abdul Rohman, mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu langkah baginya untuk mengajak UMKM agar bisa maju bersama.

Ali ingin, dengan pelatihan tersebut para pengusaha kelas menengah ke bawah dapat memiliki pemetaan dan strategi yang pas dalam pemasaran di dunia pendidikan.

"Tapi saya tidak ingin kalau hanya pelatihan terus. Kami ingin sekali dua kali (pelatihan) langsung jalan praktek. Agar efisien, karena banyak pelaku UMKM lainnya yang perlu kesempatan,"kata dia, Kamis (16/1).

Nantinya, Ali mengharapkan peserta pelatihan saat ini juga akan menularkan pengetahuan mereka ke wilayah masing-masing. Menurut Ali peserta berasal dari pengusaha UMKM di 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baginya yang terpenting adalah para pengusaha di level menengah ke bawah juga memahami peraturan yang berlaku dalam dunia pendidikan. Karena, lanjut dia, hal ini merupakan poin penting untuk menjalankan usaha di lini tersebut.

"Ini penting, agar kita semua paham aturan. Kita bekerja dengan nyaman dan turut berkontribusi kepada masyarakat sebagai mitra pemerintah,"tambahnya.

Sementara itu, akademisi dari Unair Surabaya, Dr. M. Mufti Mubarok, S.Sos., M.Si., mengatakan selain memahami peraturan pemerintah, para pengusaha UMKM juga harus paham terhadap teknologi informasi.

Baginya hal ini tak kalah penting lantaran banyak transaksi menggunakan sistem dalam jaringan. Apalagi, Siplah merupakan marketplace yang didesain oleh pemerintah secara daring.

"Siplah merupakan marketplace yang berpotensi untuk jualan. Kadin bisa berperan penuh di ruang tersebut sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Bukan hanya buku, komputer, alat peraga namun pelatihan juga bisa kita jual di situ,"terangnya.

Menurut Mufti, bisnis pendidikan merupakan bidang yang menarik. Pasalnya, semua spesifikasi dan kebutuhan sudah tertera secara jelas.

"Tinggal kita bagaimana mengambil market share untuk pengusaha UMKM. Dan kita bisa maju bersama-sama,"tambah dia.[dit]

Komentar Pembaca