Majelis Adat Kerajaan Sebut Keraton Agung Sejagat Diluar Nalar

Nusantara  RABU, 15 JANUARI 2020 , 13:25:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Majelis Adat Kerajaan Sebut Keraton Agung Sejagat Diluar Nalar
RMOLJateng. Keberadaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo mendapat tanggapan dari Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) KPH Eddy Wirabumi.

Menurutnya keberadaan sebuah Keraton tidak akan lepas dari sejarahnya. Dimana sebuah Kerajaan atau Keraton itu terkait dengan dasar dan  nilai historis sebelumnya.

Ada lima  syarat ini menjadi hal yang sangat penting untuk menghindari kemunculan raja,  kemunculan raja atau ratu yang mengaku-ngaku tanpa ada jejak dan sejarah kerajaannya.

Diantaranya memiliki istana atau keraton atau puri, lalu ada raja yang ditabalkan atau dinobatkan, syarat ketiga ada dan memiliki silsilah turun temurun, syarat keempat punya lambang pusaka atau ada situs kerajaan atau keratonnya dan kelima ada masyarakat adatnya.

"Jadi harus ada histori yang jelas, dan untuk menjadi anggota MAKN sendiri ada aturan baku yang harus terpenuhi," jelasnya kepada media, Rabu (15/1/2020).

Klaim keberadaan Keraton Agung Sejagat dengan rajanya Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya, Dyah Gitarja yang menyebut menunaikan janji 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518. Hal itu sangat diluar nalar.

"Ya hal itu tidak usah  diperbincangkan lebih lanjut. Apalagi yang disampaikan berbau hal-hal yang mistis dan tidak masuk akal ya abaikan saja," tandasnya.

Ditegaskan Wirabumi, MAKN sendiri tidak mengakui terkait keberadaan Keraton Agung Sejagat.

Selain tidak memiliki dasar histori yang jelas, keberadaanya Keraton Agung Sejagat tidak ada kaitannya dengan keberadaan keraton yang pernah ada di bumi Nusantara yang sudah diketahui melalui basic scientific, research keilmuan dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.

"Seperti anggota yang ada dalam wadah MAKN, yang bisa menjadi anggota adalah raja, Sultan, Panglingsir, Pemangku adat, Datu (Kedatuan) dari seluruh nusantara yang punya basis historis masa lalu," pungkasnya. [jie]







Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00