Sistem ETLE Akan Segera Diberlakukan di Jateng

Daerah  SENIN, 13 JANUARI 2020 , 17:59:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Sistem ETLE Akan Segera Diberlakukan di Jateng
RMOLJateng. Direktorat Lalu-lintas Polda Jateng akan melakukan pemantauan pelanggar lalu lintas lewat kamera pengawas atau CCTV bakal berlaku di seluruh propinsi ini.

Pelanggaran bisa juga mencakup tidak memakai sabuk pengaman dan juga berkendara sambil menelepon. Sistem tersebut menggunakan Electronic Traffric Law Enforcement (ETLE) sehingga penegakkan hukum dengan pantauan CCTV.

Hari ini merupakan sosialisasi pertama dan ternyata terpantau pelanggaran tertinggi yaitu pengemudi tanpa memakai sabuk pengaman dan menggynakan telpon genggam

"Hari pertama banyak yang tidak memakai sabuk pengaman," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksawan di ruang khusus pemantauan di kantor Ditlantas Polda Jateng, Jalan Pahlawan Senin (13/1).

Rudi memperlihatkan cara kerja pemntauan salah satu kamera yaitu memperlihatkan mobil melaju dari arah depan. Kemudian terlihat pelanggaran pengemudi tidak memakai sabuk pengaman. Kemudian diambil foto dan simpan pada data sesuai pelanggarannya. Kamera yang dipasang bahkan bisa mengidentifikasi hingga malam hari.

"Ditlantas Jateng akan memulai sosialisasi ETLE menggunakan elektronik dengann kamera yang ada untuk rekam pelanggaran lalin dengan berbagai jenis pelanggaran. Bisa rekam apakah tdiak gunakan  sabuk pengaman, langgar traffic light, marka, rambu, tidak pakai helm," jelasnya.

Dia mengatakan, bagi yang terekam, pemilik kendaraan sesuai data plat yang terekam akan disurati atau email lengkap dengan foto saat pelanggaran dilakukan untuk konfirmasi. Pihak yang disurati punya waktu tujuh hari untuk klarfikasi, jika diabaikan maka nomor kendaraan akan dimatikan.

"Kalau diabaikan akan diblokir nomornya, saat perpanjangan tidak bisa," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, jika sudah terklarifikasi petugas akan mengirim kode ke pemilik kendaraan. Petugas memberikan lembar tilang biru dan pelanggar bisa membayar lewat BRI.

Dia menjelaskan, jika saat terjadi pelanggaran bukan pemiliknya yang mengemudikan kendaraan.

"Sesuai dengan plat nomor yang terekam di CCTV," tegas Rudi.

Ia menjelaskan saat ini baru masa sosialisasi namun peralatan sudah siap dan akan ditambah. Penambahan yang dilakukan dalam waktu dekat yaitu delapan titik di Kota Semarang.

Upaya tersebut, menurut dia, untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas serta mengurangi angka kecelakaan. [hen]

Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang