Perseteruan PT Sidoagung Farm dan Warga Terdampak Selesai Dengan Syarat

Daerah  KAMIS, 09 JANUARI 2020 , 21:35:00 WIB | LAPORAN:

Perseteruan PT Sidoagung Farm dan Warga Terdampak Selesai Dengan Syarat
RMOLJateng. Permasalahan pencemaran yang ditimbulkan oleh PT Sidoagung Farm di Tempuran Magelang akhirnya menemui titik temu.

Kedua pihak yang selama ini berseteru sepakat agar PT Sidoagung Farm berhenti beroperasi sambil menunggu pembenahan instalasi pengolahan limbah.

Hasil itu dimufakati oleh perwakilan GPK Aliansi Tepi Barat sebagai perwakilan warga terdampak, Pemkab Magelang dan perwakilan dari PT Sidoagung Farm sendiri, saat rapat tim penanganan masalah PT Sidoagung Farm, Kamis (9/1), di komplek Setda Magelang.

Asisten Sekda Bidang Administrasi Pemerintahan, Iwan Sutiarso mengatakan, penghentian proses produksi atau trial merupakan langkah evaluasi dari dampak bau dan debu yang ditimbulkan oleh PT Sidoagung Farm.

"Harus ada win-win solution terkait permasalahan ini, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, tentunya agar bau dapat dihilangkan dengan langkah-langkah real dari pabrik. Pabrik harus menentukan timeline kapan siap memasang alat penanganan bau/debu, sehingga tim akan bersama-sama meninjau di lokasi," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, Bupati menghentikan ujicoba produksi pabrik bukan dengan maksud menutup pabrik. Namun untuk kebaikan pabrik mendatang apabila berproduksi tidak menimbulkan dampak seperti saat trial ini.

Pimpinan GPK Aliansi Tepi Barat Yanto Pethuk pada intinya meminta pihak PT Sidoagung Farm untuk menghilangkan bau limbah produksi yang mengganggu kenyamanan warga. "Kami tidak  menolak investor, yang penting bau limbah hilang dan legalitas pendirian perusahaan ditaati, itu saja," ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat mendesak penutupan pabrik karena teguran dari dinas terkait tidak diindahkan. "Sudah ada surat penghentian sementara dari Bupati, tapi pabrik masih terus operasional," terangnya.

Sementara itu, Dirut PT Sidoagung Farm Asrof Nawawi menjelaskan bahwa produksi yang saat ini dilakukan bukan produksi untuk komersial, namun baru sebatas uji coba selama lebih kurang 1 sampai 1,5 tahun.

"Saat ini pabrik baru trial, jika nanti sesuai harapan akan kami lanjutkan, tentunya dengan upaya-upaya penanganan limbah yang terukur, sesuai harapan warga" jawabnya. [hen]

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00