Angka Cerai Di Kudus Capai 1.300 Perkara

Hukrim  SENIN, 06 JANUARI 2020 , 14:34:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Angka Cerai Di Kudus Capai 1.300 Perkara
RMOLJateng. Angka perceraian di Kabupaten Kudus selama 2019 tercatat mencapai 1.300 perkara. Jumlah itu merupakan angka yang paling tinggi dalam setahun terakhir di Pengadilan Agama Kudus dibanding perkara lainnya.

"Perkara itu terdiri dari, permohonan poligami, dispensasi nikah, perselisihan ekonomi syariah. Namun paling banyak kasus perceraian selama 2019," kata Ketua Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kudus Ali Mufid, Senin (6/1).

Dijelaskan, dari jumlah itu yang mendominasi adalah cerai gugat mencapai 1.100 perkara. Sedangkan cerai talak hanya sekitar 200 perkara. Artinya, ketika dilihat dari cerai gugat yang mengajukan perceraian adalah dari perempuan. Sedangkan cerai talak, merupakan cerai yang diajukan oleh seorang laki-laki.

"Terbanyak cerai gugat bisa sampai 1.100. Sedangkan yang cerai talak sekitar 200," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya angka cerai gugat. Seperti dari faktor ekonomi hingga ada faktor orang keiga. Apalagi, di zaman sekarang dipermudah interaksi sosial melalui medsos.

Ditambahkan dia, untuk perkara sepanjang tahun 2019 yang masuk di Pengadilan Agama Kabupaten Kudus mencapai 1.837 perkara. Dengan rincian perkara siswa tahun 2018 mencapai 274 perkara dan perkara masuk di tahun 2019 mencapai 1.563 perkara.

"Sehingga totalnya ada 1.837 perkara," tukasnya.[dit]

Komentar Pembaca