Pertama Dalam Sejarah Pilkada Purworejo, Cabup/Wabup Jalur Independen

Politik  SABTU, 04 JANUARI 2020 , 10:52:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Pertama Dalam Sejarah Pilkada Purworejo, Cabup/Wabup Jalur Independen
RMOLJateng. Persaingan calon kepala daerah di Kabupaten Purworejo yang akan ikut kontestasi Pilkada serentak September mendatang, makin memanas.

Bahkan beberapa nama sudah saling klaim mendapat rekomendasi dari partai pemenang Pemilu 2019.

Menariknya, dalam sejarah Pilkada langsung, baru kali ini ada satu orang yang berani menyatakan maju sebagai calon bupati yang melalui jalur perseorangan.

"Awalnya saya ikut mendaftar di Nasdem, namun tidak responsif. Kemudian mencoba di PKB tetapi belum membuka pendaftaran. Saya sudah terlanjur membentuk tim relawan. Setelah berembug akhirnya sepakat maju secara independen (perseorangan)," kata Slamet Riyanto, Sabtu (4/1/2020).

Menurut aturan KPU, calon yang akan maju di jalur independen harus memperoleh dukungan riil sebanyak 7,5% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terakhir dan tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Kalau jumlah DPT terakhir 614.611 pemilih, maka 7,5% adalah 46.096 KTP dukungan.

"Tim relawan sudah mencetak blanko dukungan dari KPU sebanyak 51.500 lembar, sudah kami distribusikan ke-12 kecamatan. Insya Allah KTP pendukung benar-benar valid, karena saya tekankan kepada relawan jangan hanya terlena dengan tanda tangan," tegas mantan Kades Karangtalun, Kecamatan Ngombol ini.

Mantan anggota DPRD ini melanjutkan, tanggal 10 Januari akan menyebar tim untuk mengumpulkan blanko dan FC KTP pendukung.

Mengenai sosok calon wakilnya, Slamet mengatakan saat ini sedang menggodok empat nama yang akan mendampinginya.

"Saya maju (Pilkada) karena ingin membenahi sistem saat ini yang dikeluhkan banyak orang kacau. Penempatan personil tidak sesuai dengan keahlian atau pendidikannya. Kalau pembangunan sudah baik, tapi saya ingin memperbaikinya lagi," tandasnya.

Penyerahan dukungan untuk maju secara independen, paling lambat 23 Februari 2020. Kemudian KPU akan memverifikasi data yang diperoleh secara faktual dari rumah ke rumah. [jie]


Komentar Pembaca