Komisi IV DPRD Kota Solo Sidak Sekolah Terdampak Banjir

Daerah  JUM'AT, 03 JANUARI 2020 , 12:31:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Komisi IV DPRD Kota Solo Sidak Sekolah Terdampak Banjir
RMOLJateng. Salah satu sekolah, yakni SDN Sebrang Lor, terdampak banjir akibat meluapnya aliran sungai Kali Anyar di penghujung tahun, Selasa (31/12) lalu, hari ini Komisi IV DPRD Kota Solo gelar sidak ke sekolah tersebut.

Menurut ketua Komisi IV Putut Gunawan, karena terjadi banjir, hari ini pihaknya bersama anggota DPRD lainnya sidak ke lokasi. Informasi yang diperoleh, banjir  tersebut terjadi karena lokasi SD Sabrang Lor itu berbatasan dengan tanah milik pribadi yang saat ini sedang dibangun talud oleh pemilik tanah.

Karena hujan mengguyur sangat deras, talud yang baru mau dipasang sebagian sudah jadi dan sebagian lagi baru dipasang pondasi cakar ayam, kemudian diterjang banjir. Akibatnya talud yang belum jadi tersebut ambrol dan airnya masuk ke lingkungan sekolah.

"Jadi merusak instalasi pembuatan pupuk kompos (komposer) kemudian ruang kerawitan, ada gemelane keli (perangkat gamelan terbawa air). Dan banyak yang hilang, sampai saat ini belum terdata semua. Juga ada tembok yang jebol," paparnya, Jumat (3/1).

Saat ini, lanjut politisi PDIP ini, lokasi yang tidak akibat banjir sudah disterilkan dan tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Meski ada beberapa lokal gedung di SD Sabrang Lor, namun sejauh ini tidak menghambat proses belajar mengajar. Karena yang terdampak adalah ruang praktikum untuk membuat pupuk kompos dan ruang kerawitan.  

"Meski begitu hal tersebut harus segera diantisipasi. Kemarin juga pak Wali (Walikota Rudy) sudah meninjau ke sana dua kali. Saya kira dalam waktu cepat bisa dilakukan penanganan," tandasnya.

Selain melakukan sidak di SD terdampak banjir, Komisi  4 DPRD kota juga melakukan sidak ke sejumlah sekolah lain seperti ke SMP 18,  SMP 3 yang lama dan yang baru kemudian ke SMP 5 dan ke SD Selembaran, Pringgolayan.

Sedangkan banjir yang sempat menggenangi  SMP 5 Solo, disebabkan karena luapan air hujan yang debitnya terlalu tinggi. Sebab kontur tanah di SMP 5 berada di bawah, karena meluap akhirnya air masuk ke ruang guru.

"Hanya luapan air hujan yang debitnya tinggi, jadi tidak terlalu signifikan," pungkasnya. [jie]



Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 15:03:00