Obat Kuat Ilegal Masih Marak Beredar Di Jepara

Hukrim  KAMIS, 19 DESEMBER 2019 , 17:19:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Obat Kuat Ilegal Masih Marak Beredar Di Jepara
RMOLJateng. Upaya penertiban obat-obatan ilegal yang rutin dilakukan petugas rupanya tak maksimal. Pasalnya, obat-obatan tak berizin itu masih marak di lapangan.

Para pedagang yang sebelumnya pernah dirazia, diketahui masih nekat menjual kepada konsumen. Hal ini diketahui dari hasil operasi yang dilakukan satuan petugas obat ilegal gabungan terdiri dari Dinas Kesehatan, Bidang Perekonomian, Satpol PP dan Polres Jepara, Kamis (19/12).

Beberapa warung obat yang menjadi sasaran penertiban di antaranya, warung obat Ling-ling, Kamasutra, Sengli, serta warung obat Faseng yang berada di Desa Bandengan, Jepara.

Mayoritas obat-obatan ilegal yang dijual merupakan obat kuat, obat pelangsing serta krim pemutih.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun mengatakan agar ada efek jera maka penertiban ini dibarengi dengan pemusnahan obat-obatan ilegal tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembinaan agar para pedagang mengajukan ijin penjualan obat melalui lembaganya. Tak kalah pentingnya serta terdaftar pada Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam membeli obat. Jika ada yang resmi itu lebih terjamin," kata Mudrikatun, Kamis (19/12/2019).

Mudrikatun menegaskan, dalam pengurusan izin, tidak dipungut biaya sama sekali. Jika ada pungli atau hal-hal yang menyulitkan selama proses perizinan, pemohon dapat mengadukan kepada dirinya.

"Akan langsung kami tangani," janjinya.

Sementara itu, salah satu penjaga warung obat Kamasutra yang berada di jalan Soekarno-Hatta turut Desa Senenan Kecamatan Tahunan mengaku mendapatkan pasokan obat ilegal untuk stamina lelaki dewasa dari Jakarta melalui jasa pengiriman paket. Tiap satu botol, harganya antara Rp80 ribu - Rp100 ribu.

"Saya sudah sekitar lima tahun menjual obat-obatan, rata-rata konsumennya merupakan pria paruh baya dengan usia 40-60 tahun. Sebenarnya tahu kalau ini obat ilegal tapi karena ada yang pakai akhirnya tetap jualan," tandasnya. [jie]






Komentar Pembaca