Kesal Dengan Polisi Dan Gubernur, Warga Adukan PT. RUM Ke Komnas HAM

Nusantara  SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 19:06:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Kesal Dengan Polisi Dan Gubernur, Warga Adukan PT. RUM Ke Komnas HAM
RMOLJateng. Sejak Oktober 2017,  PT Rayon Utama Makmur (PT. RUM) di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo beroperasi dan menimbulkan dampak pencemaran lingkungan.

Pencemaran udara berupa bau yang menyengat dan tersebar ke lingkangan pabrik, bahkan tercium sampai kabupaten Wonogiri dan Karanganyar.

Adapun Pencemaran air di sepanjang sungai Gupit hingga Bengawan Solo sudah dua tahun lebih warga berusaha merebut kembali hak asasi mereka, yaitu lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Berbagai upaya yang telah dilakukan seperti mediasi, unjuk rasa, laporan ke DLH Kabupaten , Polres dan berbagai instansi lainnya, akan tetapi pencemaran terus terjadi.

Tidak puas dengan penanganan polisi dan tidak sepakat dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,  perwakilan warga terdampak datang ke Jakarta guna melaporkan kasus pencemaran tersebut ke kantor Komnas HAM dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa (17/12/2019).

Menurut Hirman, perwakilan warga terdampak menyatakan, dengan laporan tersebut, warga berharap negara hadir sebagai penyelamat rakyat dan bertindak tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

"Warga berharap negara hadir untuk menyelesaikan masalah pencemaran itu," ujar Hirman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo tak sepakat dengan keputusan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait penanganan pencemaran lingkungan.

Menurutnya waktu satu tahun yang diberikan Ganjar ke perusahaan untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terlalu lama.

Dia menitikberatkan pada pencemaran yang ditimbulkan PT Rayon Utama Makmur (RUM).

"Kalau ada perbaikan dan trial yang dibutuhkan kami paham itu, tapi waktunya kapan? Kalau setahun kami tidak sepakat, sangat tidak realistis," katanya.

Bupati yang akrab disapa Jekek ini menambahkan, Pemprov Jateng hanya fokus pada pencemaran di Bengawan Solo. Padahal di wilayahnya, pencemaran udara yang diakibatkan PT RUM sangat mengganggu warga.

"Dari fasilitasi yang dilakukan Gubernur, konsennya ke antisipasi Bengawan Solo, (pencemaran) udaranya tidak dibahas. Fakta riil di lapangan, warga kami di tiga kecamatan terkena dampak polusi itu," ungkapnya.

Bupati akan memanggil manajemen PT RUM dan masyarakat terdampak minggu terakhir Desember ini.

"Kami minta presentasi aspek teknisnya, kami minta kepastian kapan waktunya. Harapannya ada titik temu," katanya. [jie]

Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang