Urgensi Teknolog Pendidikan Di Sekolah

Opini  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 14:26:00 WIB

Urgensi Teknolog Pendidikan Di Sekolah
DIREKTUR Pembelajaran Kementerian Ristekdikti Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP mengatakan di era revolusi Industri 4.0 diperlukan guru profesional yang mampu berkolaborasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat.

Namun Berdasarkan data Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hanya 40 persen guru nonteknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan teknologi” kata Kapustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto, di Badung, Bali, dikutip dari Antara, Selasa, 4 Desember 2018.
 
Sedangkan revolusi industri 4.0 yang berfokus pada penggunaan teknologi, komunikasi dan informasi dalam setiap keberlangsungan kehidupan seseorang menjadikan era ini mewajibkan manusia hidup berdampingan dengan teknologi.

Sistem pendidikan terkena dampak yang paling serius terhadap revolusi ini. Guru dituntut menjadi semakin kreatif dan berkualitas yang tinggi dalam mengajar dikelas.

Revolusi Industri 4.0 (sangat identik dengan lahirnya revolusi belajar) memaksa guru harus menguasai keterampilan yang berkaitan dengan teknologi, khususnya internet.
 
Sesuai dengan Permendiknas nomor 6 tahun 2007 tentang kompetensi guru, dimana seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian, sosial, pedagogis, dan professional.

Namun memiliki 4 kompetensi dalam waktu bersamaan adalah hal yang tidak mudah dilakukan. Berbagai bentuk pelatihan dalam meningkatkan skill guru dalam mengajar dikelas masih saja selalu terjadi kesulitan yang dialami seorang guru.
 
Menurut Rektor UNM Prof. Husain Syam, dalam Seminar Nasional bertajuk Guru Profesi di Era Industri 4.0”, di Ballroom Teater Menara Phinisi UNM, (30/9/2018) mengungkapkan bahwa seorang guru harus mampu menyesuaikan diri terhadap era tersebut dan mampu membaca analisis dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital”.
 
Namun menjadi seorang guru sekarang bukanlah idaman semua orang, terlebih guru yang mengajar di 3T (tertinggal, terpencil, terdepan ).

Banyaknya beban yang harus dipikul dalam mencerdaskan anak bangsa menjadikan profesi ini semakin dijauhi oleh masyarakat.

Menyediakan pembelajaran yang berkualitas dan secara bersamaan juga harus memberikan pelayanan yang terbaik, menjadi kesulitan beberapa guru.

Karena menjadi guru harus berdiri di baris terdepan dalam mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia. Kesulitan lainnya yang dihadapi seorang guru harus mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi setiap harinya.
 
Berbagai polemik dihadapi ketika seorang guru mengajar didalam kelas, berharap akan adanya kebijakan baru muncul untuk mempermudah seorang guru, namun yang terjadi malah semakin sulit untuk merasakan pemerataan pendidikan disetiap sekolah yang jauh dari jangkauan pemerintah.

Pengelolaan pembelajaran yang kreatif diharapkan datangnya dari seorang guru yang mampu dalam berbagai hal supaya pembelajaran dapat lebih bervariatif setiap harinya.

Padahal profesi itu hanya di arahkan untuk mengajar” saja, namun di era sekarang guru diwajibkan bisa semua hal yaitu multitasking dan peka terhadap perkembangan teknologi.
 
Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi merupakan salah satu solusi dalam membuktikan berkualitasnya suatu kegiatan pembelajaran sesuai dengan revolusi industri 4.0 bahwa pembelajaran sekarang harus memanfaatkan teknologi menjadi sumber belajar.

Namun kurangnya pengetahuan dalam mengembangkan media pembelajaran menjadikan guru hanya berpatokan pada seadanya saja terhadap lingkungan belajar. Selaku kemendikbud sedang gencar- gencarnya dalam melakukan pemerataan pendidikan diseluruh daerah bahkan daerah terpencil sekalipun juga dapat merasakan pemerataan tersebut.

Pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran dapat memudahkan guru dalam penyampaian materi ajar. Dengan adanya media pembelajaran yang interaktif, variatif, inovatif menjadikan kelas lebih aktif dan siswa lebih fokus dalam memahami materi.  

Namun tahukah kalian, bahwa ada beberapa kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Teknologi Pendidikan. Bagaimana sih profil dari jurusan teknologi pendidikan? Dan tahukah kalian kompetensi dari jurusan teknologi pendidikan ?

Program studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan berfokus pada pengembangan kurikulum pendidikan dan pemanfaatan teknologi bagi dunia pendidikan.

Jurusan ini menyiapkan mahasiswa nya menjadi orang yang nantinya akan mampu memahami dan menyusun sebuah kurikulum yang sesuai dengan pendidikan di Indonesia. Dan dengan melibatkan teknologi dalam pengembangan kurikulum sehingga relevan dengan perubahan zaman yang serba teknologi.

Para lulusan Program Studi Teknologi Pendidikan diarahkan untuk dapat memiliki kompetensi unggul sebagai: perancang, perekayasa dan penilai kurikulum di semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan dengan penguasaan konsep dan model pengembangan kurikulum, memiliki kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengikuti perkembangan kurikulum dan paradigma pendidikan/pembelajaran kekinian.

Namun apakah hubungan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dengan adanya jurusan teknologi pendidikan? Sesuai dengan output yang dikeluarkan jurusan ini bahwa jurusan teknologi pendidikan ternyata dapat mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif sesuai dengan kebutuhan peserta didik lewat informasi dari guru yang mengajar.

Sulitnya memberikan pemerataan pendidikan terhadap sekolah yang memiliki rendahnya SDM guru menjadikan sekolah tidak mampu mengaplikasikan semua kompetensi yang diharapkan oleh pemerintah.
 
Output teknologi pendidikan dapat membantu guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya jurusan ini di setiap sekolah dapat membantu siswa dalam merasakan kualitas pembelajaran yang baik dibantu dengan perkembangan teknologi.

Baik sekolah yang jauh dari jangkauan pemerintah sekalipun
Sebaiknya di setiap sekolah itu memiliki satu tamatan jurusan teknologi pendidikan supaya dapat membantu guru " guru yang kurang dalam pemanfaatan perkembangan teknologi sehingga menjadikan guru lebih terfokus dalam pengembangan kualitas siswa dalam mengajar dikelas tanpa harus seorang guru tersebut paham tentang teknologi.

Dengan adanya jurusan ini di setiap sekolah,dapat dijadikan solusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. [***]
 
Yana Prilia BR Tarigan

Jurusan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang


 



Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00