Mutasi Beasiswa Bidikmisi Ke KIP Kuliah

Opini  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 07:07:00 WIB

Mutasi Beasiswa Bidikmisi Ke KIP Kuliah

Ilustrasi/net

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan perluasan dari program beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

KIP Kuliah akan diluncurkan mulai  tahun 2020 yang akan mendanai 818.000 lulusan SMA/SMK yang tak mampu agar melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi dengan total anggaran pemerintah tahun 2020 sebesar Rp 7,5 T (naik 53% dari program Bidikmisi 2019 sebesar Rp 4,9 triliun).

Sasaran penerima tahun 2020 mencapai 818.000 mahasiswa (398.000 mahasiswa lanjutan Bidikmisi dan 420.000 mahasiswa untuk penerima baru). Biaya hidup senilai Rp 4,2 juta per mahasiswa untuk setiap semester dan biaya pendidikan senilai Rp 2,4 juta per mahasiswa untuk setiap semester.

Berdasarkan pidato Presiden Jokowi fokus dari pemberian beasiswa KIP Kuliah nanti selain di PTS ditingkatkan juga di Politeknik dan di Vokasi, karena selama ini di vokasi di universitas-universitas negeri itu jarang memberikan kuota bidikmisi dengan alasan karena vokasi itu masuknya dengan seleksi mandiri sehingga kampus yang bersangkutan jarang memberikan beasiswa bidikmisi di vokasi.

Dengan KIP Kuliah calon mahasiswa mempunyai keleluasaan untuk memilih jurusan D3 di universitas karena akan dijamin dengan beasiswa, disamping itu juga punya kesempatan yang lebih besar di politeknik artinya jika tidak lolos SNMPTN atau SBMPTN bisa mendaftar di politeknik dan jalur vokasi universitas-universitas yang akan dituju.
 
Sebagaimana bidikmisi, bagi para gap year diberikan kesempatan untuk bisa mendapakan KIP Kuliah yaitu gap year yang lulus di tahun 2019 karena kesempatannya hanya dua kali untuk bisa mendapatkan beasiswa.

Sedangkan pada beasiswa bidikmisi diberikan kesempatan sebanyak tiga kali untuk mendapatkan beasiswa.  
 
Beasiswa Bidikmisi merupakan salah satu program 100 hari kerja masa menteri Mohammad Nuh. Beasiswa Bidikmisi ini sudah ada sejak tahun 2010.

Artinya program ini sudah berjalan sekitar 10 tahun, dan menurut pandangan penulis bahwa Beasiswa Bidikmisi ini berjalan dengan baik dan lancar meskipun harus kita akui masih terdapat kekurangan atau kecurangan bagi penerima beasiswa ini.
 
Dari tahun ke tahun penerima beasiswa Bidikmisi terus meningkat, dikarenakan pemerintah fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan mengurangi angka putus sekolah.
 
Penghapusan Bidikmisi akan berdampak negatif, karena kalangan alumni dan mahasiswa penerima Bidikmisi tidak setuju dengan penghapusan Bidikmisi.

Terlebih karena mahasiswa alumni dan penerima Bidikmisi sudah memiliki organisasi tersendiri dan setiap tahunnya diadakan forum Bidikmisi yang membahas perkembangan Bidikmisi serta rencana-rencana kedepannya.  

Apakah dengan penerapan KIP Kuliah dan dengan penghapusan Bidikmisi, maka semuanya itu dihapus begitu saja, hilang dari kalangan mahasiswa. Padahal organisasi Bidikmisi sudah lama berdiri dan sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bagi bangsa.
 
Menristekdikti seharusnya fokus pada pembenahan dan peminimalisiran kekurangan atau kecurangan yang ada dalam Bidikmisi, supaya program beasiswa Bidikmisi semakin bagus dan tepat sasaran, bukan malah semena-mena dalam mengganti program yang sudah ada dan sudah berjalan bertahun-tahun.

Suatu program akan berjalan dengan baik jika diberlakukan pembenahan dan peminimalisiran kekurangan. Oleh karena itu, Menristekdikti harus menganalisa kembali mengenai kebijakan yang mau diberlakukan, serta menganalisis dampak dari program yang akan diberlakukan. [***]
 
 
Khofifah Fauzia Hirminanti
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang



Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00