275 Hektare Sawah di Kudus Terendam, Petani Rugi Ratusan Juta

Daerah  RABU, 04 DESEMBER 2019 , 12:30:00 WIB | LAPORAN:

275 Hektare Sawah di Kudus Terendam, Petani Rugi Ratusan Juta
RMOLJateng. Sejumlah petani di tiga desa yang berada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menderita kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Lantaran sawah mereka terendam air dengan ketinggian yang bervariasi antara 20 cm-1 m. Total ada 275 hektare yang terendam.

Bibit padi yang semai untuk persiapan musim tanam pertama (MT I) itu terbagi di lahan pertanian Desa Lambangan, Wonosoco dan Berugenjang.

Kondisi bibit rusak dan membusuk sehingga tidak dapat ditanam.

Ketua Gapoktan Desa Wonosoco Khumaidi mengatakan, sawah tenggelam di desanya mencapai 150 hektare dari luas lahan pertanian keseluruhan sekitar 370 hektare.

"Kejadiannya justru ketika bibit padi telah siap tanam. Namun tiba-tiba datang hujan yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari hingga air menggenang," katanya, Rabu (4/12).

Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi menambahkan, bibit padi di area persawahan itu telah terendam lebih dari sepuluh hari dan diklaimnya bibit tersebut telah membusuk.

Menurutnya, kawasan Wonosoco dan sekitarnya merupakan daerah cekungan sehingga ketika datang musim hujan petani selalu waswas.

Ini kegagalan tanam pertama pada MT I tahun ini,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Kades Berugenjang Undaan, Kiswo. Akibat tingginya curah hujan dan limpasan Sungai Londo, sawah di desanya yang tenggelam mencapai sekitar 75 hektare.

Dia mengatakan, perlu campur tangan pemerintah untuk mengatasi persoalan klasik yang terjadi setiap tahun tersebut. Salah satunya melalui normalisasi Sungai Londo.

Normalisasi harus dilanjutkan agar genangan air di lahan pertanian dapat keluar melalui Sungai Londo,” pinta Kiswo. [hen]

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00