Potensi Kerugian Negara Akibat Rokok Bodong Miliaran Rupiah

Hukrim  RABU, 20 NOVEMBER 2019 , 13:52:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Potensi Kerugian Negara Akibat Rokok Bodong Miliaran Rupiah
RMOLJateng.  Jajaran KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus gencar melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayahnya.

Sebab potensi kerugian negara yang muncul akibat praktik rokok bodong ini mencapai miliaran rupiah tiap tahunnya.

Sejak Januari - pertengahan November 2019 ini, Bea Cukai Kudus sudah melakukan 128 kali penindakan rokok bodong.

Hasilnya, ada 18,6 juta batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan 4.976 batang sigaret kretek tangan (SKT) serta 2,87 juta bungkus TIS yang disita Bea Cukai Kudus dari sejumlah kabupaten/kota di kawasan timur Jateng.

"Barang sitaan itu diperkirakan bernilai Rp13,49 miliar. Sedang potensi kerugian negara yang muncul sekitar Rp8,99 miliar," kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus, Dwi Prasetyo Rini, Rabu (20/11/2019).

Diperkirakan hingga akhir 2019, nominal potensi kerugian negara akibat rokok bodong tersebut akan terus bertambah. Hal itu seiring dengan kian gencarnya upaya penindakan yang dilakukan hingga akhir tahun ini.

Pada 2018, upaya penindakan yang dilakukan Bea Cukai Kudus berhasil menyita sebanyak 21,6 juta batang rokok dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp16,05 miliar. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp12,99 miliar.

Sedang pada 2017, barang sitaan Bea Cukai Kudus ditaksir mencapai Rp26,35 miliar. Sedang potensi kerugian negaranya ditaksir mencapai Rp12,59 miliar.

"Penindakan rokok ilegal akan terus kita gencarkan. Harapannya nanti pasar rokok ilegal itu akan diisi rokok legal. Ujung dari proses itu nantinya juga akan menambah pendapatan negara dari sektor cukai," tandasnya. [jie]


 





Komentar Pembaca