Lebih Dekat Dengan Masyarakat, Trans Semarang Jangkau Perumahan

Pemerintahan  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 15:33:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Lebih Dekat Dengan Masyarakat, Trans Semarang Jangkau Perumahan

Kepala BLU Trans Semarang Ade Bakti Ariawan

RMOLJateng. Sebagai bentuk pelayanan dalam rangka mendekatkan dengan masyarakat Kota Semarang, Trans Semarang akan meluncurkan angkutan massal yang menjangkau perumahan dan perkampungan.

Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi operasional Feeder 2 Trans Semarang yang digelar oleh BLU Trans Semarang di hotel Dalu, Selasa (19/11/2019).

Dalam paparannya Kepala BLU Trans Semarang Ade Bakti Ariawan mengatakan sosialisasi operasional feeder 2 di koridor 9 ini diharapkan sebagai representasi rute yang diinginkan warga Kota Semarang.

"Dan dari hasil kajian ada beberapa titik halte atau shelter feeder yang harus kita bangun. Dari sosialisasi yang kita lakukan formal ini masih banyak masukan yang musti kita pertimbangkan," ujar Ade.

Untuk sementara ini lanjut Ade, di rute feeder 2 koridor 9 sudah dibangun 8 shelter permanen dan 38 masih berupa rambu-rambu.

"Untuk feeder ini kita operasionalkan 24 unit bus long chasis atau long ELF karena untuk bisa menjangkau perumahan dan perkampungan yang notabene jalannya sempit," tambahnya.

Lebih lanjut Ade Bakti mengatakan, feeder tersebut diharapkan bisa terkoneksi dengan masyarakat langsung. Artinya, warga keluar rumah bisa langsung naik transportasi umum dan turun di tempat tujuan dengan satu kali bayar.

"Harapan Pak Wali Kota Semarang,  masyarakat bisa keluar rumah langsung naik dan turun di tempat tujuan menggunakan transportasi umum dengan sekali bayar," tambah Ade.

Terkait dengan keberadaan angkutan umum, Ade mengatakan  jauh-jauh hari telah melakukan sosialisasi supaya tidak terjadi salah paham.

"Kita menawarkan dua opsi kepada para sopir angkutan umum yakni menghapuskan angkutannya sekarang dengan bergabung dengan rute yang eksisting, apakah di bus besar, medium atau di feeder.  Pilihan kedua mereka tetap menggunakan angkot dengan spesifikasi yang kita tetapkan misal angkot ber AC, tiketing terintegrasi dengan trans Semarang dan rute diluar yang sudah ada," jelasnya.

Sementara itu Camat Pedurungan Kukuh Sudarmanto menyambut baik peluncuran feeder 2 di wilayahnya, karena Trans Semarang merupakan transportasi yang murah dan tidak menyusahkan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi BLU Trans Semarang yang berusaha keras memberikan pelayanan transportasi massal guna mengurai kemacetan dan memberikan kenyamanan warga dalam bepergian," ujar Kukuh.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono mengaku bangga dengan Trans Semarang. Karena dari tahun ketahun perkembangannya luar biasa.

"Kita sudah kawal sejak 2009 dan dari tahun ke tahun perkembanganya luar biasa. BRT sepenuhnya memberikan pelayanan kepada masyarakat, DPRD mendukung terus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal transportasi massal dengan anggaran yang sangat besar di tahun 2020," ujar Suharsono.

Dengan demikian Suharsono berharap, kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi massal semakin meningkat guna meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi.

"Pemerintah sudah memberikan fasilitas yang super hebat, naik Trans Semarang hanya bayar Rp 3.500. Maka kami berharap kesadaran masyarakat untuk menggunakan Trans Semarang semakin meningkat. Jika saat ini penumpang Trans Semarang 33 ribu perhari bisa naik jadi 50 ribu bahkan 100 ribu perhari," tandas Suharsono.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan Trans Semarang, maka kemacetan di Kota Semarang dapat diminimalisir.

"Subsidi pemerintah untuk Trans Semarang sangat besar, ini untuk siapa ? Untuk masyarakat, maka manfaatkan dengan baik. Tujuanya adalah untuk mengurai kemacetan di Kota Semarang," pungkas Suharsono.

Untuk diketahui, hadir dalam sosialisasi tersebut, Kapolsek, Danramil, Babinsa dan  Babinkamtibmas yang wilayahnya  akan dilewati oleh Feeder 2 Trans Semarang koridor IX juga Organda, LPMK kelurahan dan kecamatan.

Adapun rute yang akan dilalui feeder 2 koridor 9 ini yakni rute A meliputi Taman Bangetayu Jalan Woltermonginsidi-Bangetayu Kulon-Muktiharjo-Kaligawe-Sawah Besar-Tambak Dalam-Soekarno Hatta-Gajah Raya-Jolotundo-Dr Cipto--Sompok-Sompok 1-Sompok 2-Jeruk Raya-Lampersari-Durian Barat-Mrican-Lamper Tengah-Gajah Raya-Medoho Raya-Soekarno Hatta-Supriyadi-Majapahit-Gemah Raya-Gemah Raya V-Amposari Raya-Kedungmundu-Fatmawati-Majapahit-Soekarno Hatta-Syuhada Raya-Taman Syuhada-Bugen-Stasiun Alas Tuo-Taman Bangetayu.

Sedangkan rute B meliputi Taman Bangetayu Jalan Woltermonginsidi-Bugen-Jalan Syuhada-Soekarno Hatta-Majapahit-Fatmawati-Kedungmundu-Amposari Raya-Gemah Raya-Majapahit-Supriyadi-Soekarno Hatta-Medoho Raya-Gajah Raya-Lamper Tengah-Mrican-Durian Barat-Lampersari-Jeruk Raya-Sompok-MT Haryono-Jolotundo-Gajah Raya-Tambak Dalam-Sawah Besar-Raden Patah-Pengapon-Kaligawe-Muktiharjo-Taman Bangetayu Kulon. [jie]

Komentar Pembaca