Warga Samban, Laporkan Dugaan Praktik Money Politik Jelang Pilkades

Daerah  JUM'AT, 25 OKTOBER 2019 , 18:38:00 WIB | LAPORAN: PRAMUDO WICAKSONO

Warga Samban, Laporkan Dugaan Praktik Money Politik Jelang Pilkades
RMOLJateng. Laporan dugaan politik uang oleh salah satu calon kades, telah diterima oleh Desk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Desa Samban Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.

Selanjutnya kasus tersebut, kini sudah ditangani dan diserahkan ke Pokja Kecamatan Bawen untuk ditindaklanjuti.

"Iya untuk kasus dugaan politik uang tersebut memang ada dan saat ini sudah sampai tingkat Pokja Kecamatan, kalau di tingkat desa hanya menerima laporan dan selanjutnya melakukan kajian dan menyerahkan ke Pokja," ujar Muji Basuki, Ketua Desk Pilkades Samban, Jumat (25/10).

Dia menambahkan, terkait keputusan vonis mengenai kasus ini menjadi kewenangan Pokja.

Sementara itu saat dikonfirmasi, salah satu warga Dusun Karangjoho, Desa Samban, Sarwidi mengungkapkan politik uang dalam pilkades kali ini sangat masif.

"Rata-rata uang yang dibagikan mencapai Rp150 ribu untuk pemilih," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Heru Purwantoro mengatakan berdasar laporan yang diduga melakukan politik uang adalah calon bernama Maduri yang juga petahana Kepala Desa Samban.

"Kasus sudah ditangani, calon-calon juga sudah dikumpulkan untuk klarifikasi masalah ini, tetapi yang bersangkutan tidak mengakui, bilangnya bisa jadi itu kerjaan tim sukses atau bahkan dari tim lawan," ucapnya.

Heru menambahkan, Pilkades Samban diikuti empat calon. Diantaranya Maduri, Purno Dwi Prayitno, Jumari, dan Riyadi.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang langsung melaporkan adanya politik uang tersebut.

"Kami menghimbau kepada masyarakat, kalau ada temuan lagi terkait politik uang dalam pilkades, harap segera dilaporkan dalam waktu 1x24 jam, karena selebih dari waktu tersebut, bisa dinyatakan kedaluwarsa," ungkapnya.

Rencananya, Dispermasdes akan memperketat pengawasan di Pilkades Samban, terlebih dengan adanya temuan politik uang tersebut.

"Ya kita awasi lebih ketat, apalagi saat ini sudah memasuki masa tenang jelang pemilihan tanggal 27 Oktober 2019. Karena jika ada calon kepala desa yang melanggar, akan dikenakan Pasal 60," tandasnya.

Pilkades serentak di Kabupaten Semarang akan dilaksanakan di 44 desa. [hen]

Komentar Pembaca
Fasilitas Umum Tandon Air

Fasilitas Umum Tandon Air

KAMIS, 04 JUNI 2020 , 16:42:00

Perjalanan Kereta Barang Dalam Kondisi Pandemi Covid-19
Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

Salat Jumat Jelang New Normal Di Semarang

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:00:00