Sunan Kuning Besok Resmi Ditutup, GBL Segera Menyusul

Daerah  KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 17:09:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Sunan Kuning Besok Resmi Ditutup, GBL Segera Menyusul
RMOLJateng. Penutupan lokalisasi Sunan Kuning akan resmi ditutup besok, Jumat (18/10/2019). Pasalnya, proses kompensasi telah selesai dilakukan oleh Pemkot Semarang.

Kepala Dinas Sosial Pemkot Semarang, H Muthohar mengatakan, penutupan lokalisasi Sunan Kuning akan dilakukan dengan ceremonial yang akan dipimpin langsung Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

"Mulai tanggal 14-17 Oktober 2019 telah selesai dilakukan pembayaran kompensasi, namun buku tabungan masih kita tahan dan akan kita berikan saat ceremonial itu," ujar H Muthohar kepada awak media, Kamis (17/10/2019).

Untuk menghindari desak-desakan karena jumlahnya mencapai 448,  lanjut Muthohar, pembagian buku tabungan akan dilakukan dengan membagi kelompok.

"Teknis pembagian buku tabungan karena jumlahnya mencapai 448,  akan dilakukan dengan membagi kelompok-kelompok supaya tidak terjadi penumpukkan dan desak-desakan," tambahnya.

Untuk teknis kepulangan, WPS telah sepakat dan menandatangani pernyataan kalau WPS akan pulang sendiri ke kampung halaman masing-masing.

"Kita sebetulnya sudah menyediakan armada untuk mengantar mereka pulang kampung, namun mereka sepakat mau pulang sendiri dan ditandai dengan surat pernyataan," tandasnya.

Terkait dengan karaoke yang tetap diijinkan buka, dalam pengawasan terhadap PK pihaknya akan koordinasi dengan dinas lain seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Bapeda, Pariwisata, Perijinan dan Satpol PP.

"Jadi kita menyelesaikan persoalan secara bertahap, tidak bisa sekaligus diselesaikan," tambahnya.

Dalam ceremonial penutupan Sunan Kuning menurut Muthohar akan dilaksanakan sederhana, mulai dari laporan Kepala Dinas, jumlah WPS berapa, sudah melakukan pembinaan atau belum selanjutnya Wali Kota Semarang juga memberikan sambutan dan arahan.

Dalam ceremonial tersebut juga akan dilakukan deklarasi dari para WPS yang intinya tidak akan mengulangi lagi menjadi WPS,  kemudian pemberian buku tabungan secara simbolis oleh Wali Kota Semarang.

Selanjutnya pemasangan papan penutupan Sunan Kuning dan Papan penerapan pasal kalau ternyata masih diketahui ada yang menjajakan, menyediakan akan terkena sanksi pelangaran.

Disinggung pengawasan setelah Sunan Kuning ditutup, untuk mencegah mereka berkeliaran di jalan-jalan, pihaknya telah mengkoordinasikan dengan Satpol PP untuk rutin melakukan penertiban, jika didapati mereka berkeliaran di jalanan, maka akan dilakukan tindakan tegas.

Untuk lokalisasi GBL lanjutnya,  pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kementerian sosial dan Pemda Kendal.

"GBL itu ada dua wilayah, Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Kalau kita sendiri yang bertindak kan lucu, tapi dalam waktu dekat ini GBL akan ditutup dengan kompensasi seperti di Sunan Kuning," pungkasnya. [jie]









Komentar Pembaca