Bupati Semarang Buka Pasar Lelang Komoditas Pertanian

Ekonomi  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 12:21:00 WIB | LAPORAN: DHANI SETIAWAN

Bupati Semarang Buka Pasar Lelang Komoditas Pertanian
RMOLJateng. Rantai perdagangan hasil pertanian sangat panjang, yang akibatnya harga melambung naik tapi tidak pernah dirasakan oleh para petani.

Untuk memutus rantai perdagangan ini ditemukanlah para penghasil komoditas pertanian dengan pembeli skala besar dari berbagai daerah dalam pasar lelang forward komoditas agro Kabupaten Semarang di Ungaran, Kamis (10/10).

Ada sekitar 24 jenis komoditas unggulan di Kabupaten Semarang yang diperdagangkan, tiga diantaranya komoditas kopi, beras dan alpukat.

"Lelang seperti ini harus sering ada, untuk memecah rantai perdagangan yang saat ini masih panjang. Serta setiap ada kenaikan harga komoditas agar dirasakan langsung oleh para petani jangan petani kita miskin," ujar Bupati Semarang, Mundjirin.

Rantai perdagangan dari petani hingga pengguna saat ini masih terlalu panjang, hal ini selalu dikeluhkan oleh para petani.

Seperti setiap ada kenaikan harga sayuran petani tidak pernah merasakan nikmatnya harga tinggi, tapi justru dirasakan oleh para tengkulak dan calo pasar.

"Dulu di Pasar Bandungan istilah selendang bertuah, setiap kendaraan masuk pasar dilempar selendang yang artinya petani tidak boleh menjual langsung ke pembeli tapi harus melalui calo pasar. Sekarang sudah dilarang, tapi ganti menjadi rafia jempol yaitu calo yang datang ke ladang dan rumah-rumah untuk mencari hasil panen. Kalau ada rafia di keranjang artinya tidak boleh dijual kecuali oleh tengkulak atau calo," ungkapnya.

Situasi pasar seperti ini berakibat pada para produsen komoditas atau petani. Mereka yang sudah susah payah menanam, merawat dan memberikan pupuk tapi tidak  pernah merasakan hasil yang imbang dengan kerja kerasnya.

"Kalau ada pasar lelang seperti ini harga menjadi transparan, semua orang bisa melihat dan menjadi patokan harga di daerah lain," ujarnya.

Bupati juga mendorong agar tidak hanya 24 jenis komoditas saja yang dilelang, kedepannya juga ditambah jumlah komoditas lain.

"Kalau perlu yang dilelang tidak hanya bahan baku, tapi termasuk turunannya," pungkasnya.

Muktyo Rini, Kepala Seksi Distribusi dan Logistik Disperindag Provinsi Jateng menyatakan pasar lelang ini merupakan kegiatan kelima pasar lelang di Jawa Tengah.

"Setelah ini akan kita laksanakan di Temanggung, agar komoditas pertanian semakin meningkat," ungkapnya.

Selain berusaha berpihak pada petani, kegiatan pasar lelang ini juga memberikan informasi harga bagi masyarakat, agar dapat menjadi patokan harga daerah lain.

"Ini juga untuk menekan inflasi akibat panjangnya rantai perdagangan," ungkapnya. [jie]





Komentar Pembaca