Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Jawa Tengah Terus Merosot

Ekonomi  RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 16:51:00 WIB | LAPORAN: PRAMUDO WICAKSONO

Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Jawa Tengah Terus Merosot
RMOLJateng. Ekspor sarang burung walet melalui Bandara Ahmad Yani, terus mengalami penurunan dalam 3-4 tahun belakangan.

Saat ini potensi ekspor melalui bandara di Jawa Tengah khususnya Bandara Ahmad Yani baru tercapai 25 persen, dari nilai potensi komoditas ekspor sarang burung walet dari nilai ekpor Rp10 Triliun.


"Tahun 2017 ada sekitar 64 ton, tahun 2018 menurun 54 ton, tahun 2019 baru 23 ton," ungkap Wawan Sutian PLT Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, dalam acara FGD Sinergi dan Akselerasi Ekspor Sarang Burung Walet Produksi Jawa Tengah, di Hotel C3 Ungaran, Rabu (18/9).

Menurutnya, penurunan ekspor secara signifikan ini menimbulkan dugaan.  

Padahal permintaan ke negara tujuan makin banyak dampak positif dari promosi yang telah dilakukan ke beberapa negara pasar ekspor diantaranya Amerika maupun Tiongkok.

Untuk meningkatkan ekspor sarang burung walet melalui Jawa Tengah, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang terus melakukan pembenahan.

"Kita mendorong, kalau mau pelayanan bisa di percepat, dimulai dari sarang burung walet sebagai awalnya, belum potensi pertanian yang lain, kedepan kami akan mendorong Bandara Ahmad Yani khususnya untuk menyinergikan aturan yang bertujuan untuk memoermudah, serta penambahan layanan dan penerbangan ke luar negeri, seperti menuju Singapura atau Malaysia saat gold time, atau sebelum jam 07.00 atau jam 08.00 sudah sampai, sudah kami sampaikan ke Gubernur, Pak Ganjar, semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi," ujarnya. [hen]

Komentar Pembaca