Hutan Pinus Di Candi Gedongsongo Terbakar, Akses Wisata Tetap Dibuka

Peristiwa  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 17:04:00 WIB | LAPORAN: PRAMUDO WICAKSONO

Hutan Pinus Di Candi Gedongsongo Terbakar, Akses Wisata Tetap Dibuka
RMOLJateng. Lahan hutan tanaman pinus, di kawasan situs Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terbakar, Selasa (17/9) siang.

Api kali pertama diketahui warga muncul dari semak belukar, di atas kawah belerang. Tiupan angin kencang membuat lahan yang terbakar meluas hingga kawasan hutan pinus di atas kawah belerang Candi Gedongsongo.

Dengan peralatan seadanya, tim relawan gabungan dari berbagai unsur, diantaranya Kepolisian Polres Semarang, TNI, dan potensi SAR beserta warga yang berada dilokasi dengan sigap memadamkan titik api dengan menggunkan ranting dan potongan kayu, serta melakukan penyekatan supaya titik api tidak meluas.

Tak berselang lama api berhasil di padamkan pada pukul 14.30. Sementara akses wisatawan yang berkunjung masih tetap berlangsung normal hanya ada pembatasan, utamanya yang mengarah tepat ke lokasi kebakaran.

"Belum membahayakan pengunjung, artinya hanya dibatasi saja, untuk melokalisir yang dikunjungi jangan sampai naik ke lokasi kebakaran karena sangat berbahaya," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, yang berada dilokasi, Selasa (17/9).

Dewi menambahkan, lokasi titik kebakaran ini berbeda dengan kebakaran yang pernah terjadi pada tahun 2018 lalu.

"Titik kebakaran berbeda dengan tahun lalu, ini di tedeng, sekitar dan atas patung hanoman," ujarnya.

Meski lokasi kebakaran masih jauh dengan struktur candi, namun untuk memastikan keamanan pengunjung Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, terus melakukan koordinasi dengan Polres Semarang, BPBD Kabupaten Semarang, serta relawan.

"Ini kita pantau terus, soalnya dilokasi ini banyak terdapat ranting dan daun pinus kering, seperti sekam, ataupun gambut, meski terlihat dari atas api sudah padam, namun ternyata di dalamnya masih terdapat bara api yang berpotensi kembali menyebabkan api kembali menjalar, ini selalu kita pantau," tandasnya. [jie]







Komentar Pembaca