Sengketa Lahan Warga Depok Timur dengan PT Sango Ceramics Indonesia

Warga Depok Timur Siap Hadapi Jalur Hukum

Daerah  MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 , 22:59:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Warga Depok Timur Siap Hadapi Jalur Hukum
RMOLJateng. Warga Depok Timur, Kelurahan Kembangsari, Semarang Tengah, mengaku sudah menempati tanah di Kampung Depok Timur sejak  tahun 1930-an.

Perwakilan warga, Edy Santosa, warga juga memiliki bukti perlekatan bangunan dengan lahan yang diklaim merupakan milik PT. Sango Ceramics Indonesia (SCI).

Dia menambahkan, sampai tahun 1988 warga memang tidak pernah kepikiran untuk mengurus sertifikat atas lahan yang mereka tempati.

"Pernah, tahun 1988 ada yang mau mengurus, namun katanya tidak bisa karena ada yang punya. Namun, kami tidak diberitahu siapa yang punya itu," kata Edy saat ditemui wartawan, Minggu (15/9) malam.

Lebih jauh, Edy mengatakan pihaknya juga memiliki hak untuk mempertahankan lahan yang ditempati warga saat ini.

Dia juga menilai, jika PT. Sango mengklaim lahan itu miliknya, maka ada dugaan penelantaran lahan.

"Karena kami sejak dulu sudah menempati, dan tau-tau tahun 2016 kemarin kami diberitahu kalau (lahan) ini milik PT. Sango. Padahal kami sudah sejak tahun 1930-an di sini," tegas dia.

Disinggung terkait jalur hukum, Edy mengaku warga sudah siap menghadapinya. Bagi dia, upaya mediasi yang pernah dilakukan hingga saat ini masih belum menemukan kesepakatan antara kedua belah pihak.

"Warga sudah sepakat, kami siap untuk hadapi jalur hukum. Karena kami juga punya hak pertahankan argumentasi kami. Nanti kita tunggu saja sembari persiapkan alat bukti," tambahnya.

Edy menerangkan, dalam upaya mediasi sebelumnya, PT. Sango berniat memberikan tali asih kepada warga. Selain itu, PT. Sango juga berniat menempatkan warga di Mess milik PT. Sango.

"Namun, kami masih belum bisa bersepakat dengan hal tersebut,"tegas dia.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggelar mediasi antara warga Depot Timur dengan PT Sango Ceramics Indonesia pada Hari Minggu malam.

Dalam mediasi tersebut, PT Sango menawarkan kesepakatan dengan pemberian tali asih dengan besaran mulai Rp7,5 juta hingga Rp10 juta.

Namun, warga merasa hal tersebut masih belum cukup sehingga mereka siap menempuh jalur hukum. [hen] 

Komentar Pembaca