Buntut Salah Tangkap dan Penganiayaan, Empat Warga Pasekan Ambarawa Melapor Ke Propam Polda Jateng

Hukrim  SENIN, 22 JULI 2019 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Buntut Salah Tangkap dan Penganiayaan, Empat Warga Pasekan Ambarawa Melapor Ke Propam Polda Jateng
RMOLJateng. Empat orang dari Dusun Puser desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang membuat laporan dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi ke Direktorat Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jateng, Senin (22/7).

Ke empat warga yang melapor masing-masing Likun (19), Fikri (18), Suryanto (19) dan Dodok (21). Mereka melapor ke Bid Propam Polda Jateng terkait penangkapan yang dilakukan oleh oknum Resese terkait kasus pencurian dengan kekerasan atau begal pada Kamis (18/7) dini hari dengan TKP di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang.

"Saya dituduh melakukan pembegalan dan ditangkap saat sedang bekerja di pabrik arang pada Jum'at (19/7). Tidak itu saja, polisi melakukan penganiayaan saat melakukan interogasi," ungkap Likun sembari menunjukan luka di jari kakinya akibat ditindih menggunakan kursi.

Likun dan ketiga rekannya yang didampingi Lurah Pasekan Yuli saat melapor ke Polda Jateng menambahkan, karena tidak melakukan pembegalan dirinya bersikukuh tidak mengakui walaupun polisi terus menekan dan sembari melakukan penganiayaan.

"Saya ngomong kalau saat kejadian  bersama keluarga berada di rumah. Namun polisi terus menekan untuk mengakui perbuatannya,” katanya.

Setelah diinterogasi dan dianiaya oleh oknum polisi, Likun dan ketiganya diserahkan ke Polsek Banyumanik untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan keempat warga Desa Pasekan ini tidak terbukti melakukan pembegalan dan akhirnya dilepaskan.

"Tidak ada permintaan maaf dari polisi yang sudah menganiaya dan menangkapnya," pungkas Likun.

Atas peristiwa tersebut, Minggu (21/7) 350 warga yang mengendarai  berbagai angkutan sempat menggeruduk Mapolsek Banyumanik untuk mempertanyakan kasus dugaan salah tangkap yang penganiayaan empat warganya. [hen]

Komentar Pembaca