Ayah Sakit, Seorang Pelajar Di Blora Rela Jadi Pemulung

Nusantara  SABTU, 04 MEI 2019 , 12:40:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Ayah Sakit, Seorang Pelajar Di Blora Rela Jadi Pemulung
RMOLJateng. Namanya Bintang Rafles (9), namun namanya tak secerah dengan sinarnya. Bagaimana tidak, di usianya yang masih anak-anak, ia sudah harus menjadi seorang pemulung. Aktivitas itu, rutin ia lakukan setiap hari usai pulang sekolah.

Dengan menggunakan sepeda bututnya, Bocah yang masih duduk di kelas 3 SDN Jetis 1 Blora itu, keliling untuk memungut sampah.

Sampah-sampah itu, lalu ia masukkan ke dalam karung untuk selanjutnya dibawa pulang ke rumahnya.

Di temui di rumahnya, di RT 4 RW 2 Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Sabtu (4/5) Bintang mengaku terpaksa memulung untuk membantu perekonomian kedua orang tuanya.

Maklum, anak dari pasangan Bambang Sunaryo (38) dan Sri Kaswari (39) ini berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya bekerja sebagai pemulung sementara ibunya sebagai buruh serabutan dengan pendapat tidak pasti.

"Saya sudah 5 tahun memulung. Dulu awalnya ikut bapak. Cuma karena bapak sakit, saya berangkat sendiri," kata Bintang dengan raut muka kelelahan usai pulang memulung.

Bintang mengaku tidak malu bekerja sebagai pemulung. Meski kedua orang tuanya sempat melarang agar tidak kembali memulung, namun ia tetap ngotot ingin membantu  kedua orang tuanya.

Terlebih saat ini, ayahnya sudah tidak bekerja lagi karena menderita penyakit berupa benjolan di bagian punggungnya.

"Saya tidak malu. Saya kan membantu orang tua. Apalagi ayah sedang sakit, tidak bisa bekerja lagi. Jadi uangnya bisa bantu buat beli makan," terangnya.

Setiap kali memulung, Bintang mengaku tidak bisa langsung mendapatkan uang. Uang baru ia dapatkan setiap satu Minggu sekali.

"Ini saya timbun dulu di rumah, biar banyak dulu nanti baru saya jual. Biasanya 1 Minggu sekali baru saya jual. Dapatnya kadang Rp 100.000 dan Rp 150.000. saya berikan semua ke orang tua," ungkapnya.

Bintang merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara. Kakak pertamanya berusia 18 tahun namun masih duduk di kelas 6 SD. Besama kedua orang tuanya, ia tinggal di sebuah kamar kontrakan berukuran 4X6 meter.

Sementara, Ayah Bintang, Bambang Sunaryo mengaku sudah tidak bisa bekerja lagi sekitar 3 tahun lalu. Penyakit di punggungnya membuat ia tidak bisa bekerja lagi.

"Punggung ini rasanya sakit kalau buat lama duduk. Ada benjolan-benjolan.  Apalagi kalau malam, tambah sakit. Kadang saya suruh injak-injak anak saya, sampe gak kerasa sakitnya,"  terang Bambang.

Bambang mengaku tidak mengetahui jenis penyakitnya itu. Ia juga tidak pernah ke dokter meski memiliki BPJS.

"Saya tidak tahu penyakit saya. Cuma ada empat benjolan di punggung saya. Saya gak berani ke dokter, karena takut ketahuan penyakit saya, takute nambah pikiran," ungkapnya. [jie]





Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00