Kasus Inses Di Lampung, DBM : Karena Lemahnya Payung Hukum Bagi Disabilitas

Nusantara  SENIN, 25 FEBRUARI 2019 , 20:53:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Kasus Inses Di Lampung, DBM : Karena Lemahnya Payung Hukum Bagi Disabilitas
RMOLJateng. Kasus inses atau hubungan sedarah yang terjadi di Lampung mendapat perhatian serius komunitas Difabel Blora Mustika (DBM). Apalagi, korban dalam kasus ini merupakan penderita disabilitas.

Ketua DBM, Abdul Ghofur mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, banyak penyandang disabilitas menjadi korban pelecehan seksual karena belum maksimalnya payung hukum yang ada.

Hal ini menjadi pemicu penyandang disabilitas rentan menjadi korban pelampiasan nafsu para pelaku kejahatan seksual.

"Sungguh tragis kejadian itu. Kami mewakili DBM turut prihatin atas kejadian ini. Banyak difabel jadi korban pelecehan seksual dikarenakan payung hukum yang belum kuat dan membuat setiap pelaku tidak jera," kata Ghofur saat ditemui di sanggar DBM, di desa Kamolan, Senin (25/2) malam.

Menurut Ghofur, perlakukan semacam ini sering terjadi terhadap difabel perempuan terutama penderita tuna netra, tuna rungu, tuna grahita dan tuna wicara. Beberapa kali kasus tersebut juga selalu telat dalam penanganannya sehingga membuat pelaku tidak jera.

"Ini disebabkan masih lemahnya hukum untuk melindungi dan mengayomi difabel. Sehingga kejadian seperti ini sering terjadi," ungkapnya.

Mengingat kasus ini yang sangat mengguncang publik, DBM berharap agar aparat kepolisian bisa menindak tegas para pelaku, untuk memberikan efek jera.

"Kami DBM memohon semua pihak yang berwajib menghukum seberat-beratnya bagi pelaku kekerasan dan pelecehan seksual kepada difabel. Harapannya agar peristiwa semacam ini tidak terulang lagi," pinta Ghofur. [jie]




Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00