Masalah Ekonomi Pencetus Perceraian Di Purworejo

Daerah  JUM'AT, 25 JANUARI 2019 , 23:25:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Masalah Ekonomi Pencetus Perceraian Di Purworejo
RMOLJateng. Masalah ekonomi menjadi penyebab dominan dalam perceraian. Pada tahun 2018 diketahui 618 gugatan dan talak cerai dikarenakan alasan tersebut.

Disusul dengan faktor ketidakharmonisan sebanyak 556 kasus, dan ketidaksetiaan atau meninggalkan salah satu pihak sebanyak 205 perkara.

Selain itu, perempuan (istri) yang lebih dahulu mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama (PA) lebih banyak dibandingkan dengan cerai talak yang diajukan laki-laki (suami).

Angka perceraian di Kabupaten Purworejo cenderung tinggi. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 1.577 pasangan suami istri terlibat dalam sidang perceraian di PAKelas II B Purworejo.

Humas Pengadilan Agama Purworejo, Sultan Hakim mengungkapkan, gugatan cerai selalu menempati predikat lebih tinggi daripada cerai talak yang berasal dari suami. Tahun 2018 saja ada 1.121 gugatan dari 1.577 kasus  perceraian yang masuk ke kami. Faktor utamanya ketidaksetiaan, tidak harmonis dan ekonomi,” kata Humas PA Purworejo, Sultan Hakim.

Sultan mengatakan, secara umum, jumlah pengajuan perkara cerai cenderung fluktuatif  naik turun selama tiga tahun terakhir. Tahun 2016 gugatan yang masuk mencapai 1.550 kasus, tahun 2017 turun menjadi 1.461 kemudian kembali naik pada tahun 2018 sebanyak 1.557. [hen]



Komentar Pembaca