Dituntut 5 Tahun Penjara, Bos Cat Iwan Andranacus Ajukan Pledoi

Hukrim  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 15:30:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Dituntut 5 Tahun Penjara, Bos Cat Iwan Andranacus Ajukan Pledoi
RMOLJateng. Sempat tertunda, sidang tuntutan terhadap kasus penabrakan terhadap Eko Prasetio (28) hingga meninggal Agustus tahun lalu, yang  dilakukan oleh bos cat Iwan Adranacus (40) akhirnya hari ini Selasa (8/1) kembali digelar.

Pantauan RMOLJateng, sebelum sidang digelar Iwan Adranacus yang mengenakan rompi tahanan oranye, duduk di sebelah ayah Eko Prasetio, Suharto. Mereka terlihat berbincang akrab.

Sementara itu jalannya sidang dipimpin Majelis Hakim Krosbin Lumban Gaol dengan dua hakim anggota Sri Widiastuti dan Endang Makmun. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Satriawan Sulaksono dan Titiek Maryani.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Krosbin Lumbangaul. Dalam pembacaan tuntutannya di depan majelis hakim dan tersangka, JPU Titiek  membacakan sampaikan jika Iwan Adranacus dituntut 5 tahun penjara dikurangi masa tahanan.


"Berdasarkan bukti dan keterangan saksi, Iwan terbukti menabrak Eko Prasetio hingga meninggal," ungkap Titiek, Selasa (8/1).

Ditemui usai sidang, Iwan Adranacus mengaku dirinya pasrah dan ikhlas dengan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dirinya hanya mengikuti prosedurnya, dan dirasa majelis hakim, JPU dan tim kuasa hukum lebih mengerti dan memahami kasus tersebut.

"Bagaimanapun saya ikhlas lahir batin. Saya pasrah apapun putusannya," ungkapnya sambil memasuki ruang tahanan di dalam PN Solo. 

Sementara itu, tim Kuasa Hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi justru mempertanyakan tuntutan JPU yang yang dilayangkan kepada kliennya, Iwan Adranacus.

"Padahal tutuntutan itu berdasarkan  pengakuan tiga saksi yang tak pernah dihadirkan di persidangan. Itu merupakan suatu hal yang aneh bagi kami tim kuasa hukum," tegasnya. 

Menurutnya pihaknya akan melakukan pembelaan, Kamis (10/1/2019) mendatang. Sebelumnya bos cat Iwan Andranacus dikenakan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. [jie]




Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00