PT. Rudensia Tawarkan Perumahan Kota Semarang Bebas Mati Lampu

Ekonomi  SELASA, 18 DESEMBER 2018 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

PT. Rudensia Tawarkan Perumahan Kota Semarang Bebas Mati Lampu
RMOLJateng. Sukses dengan membangun dan mengembangkan perumahan Bukit Rudensia, PT. Rudensia Jayaraya kembali membangun dan menawarkan Grand Rudensia dan Villa Rudensia di lahan Kawasan Mangunharjo, Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Owner PT Rudensia Jayaraya, Kisworro Rudiyanto mengungkapkan, jika program perumahan bebas mati listrik itu dilakukannya dengan cara memberikan setiap rumah satu unit genset secara cuma-cuma. 

"Ada semacam program unggulan rumah bebas mati lampu. Jika perusahaan properti lainya menjamin perumahanya bebas banjir kita memberikan jaminan bebas dari mati lampu dengan memberikan satu unit genset per rumah," ungkap Rudi kepada RMOLJateng, Selasa (18/12).

Rudi menjelaskan, genset akan diberikan secara cuma-cuma setelah pihak konsumen memastikan untuk membeli rumah, baik di Villa Rudensia maupun di Grand Rudensia. Selain itu, langkah ini dilakukan karena selama ini banyak para pemilik rumah,  mengeluhkan dengan adanya pemadaman bergilir dari PLN.   

"Kenapa genset? Itu (mati lampu/pemadaman bergilir) sudah menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat, apalagi masyarakat benar-benar membutuh listrik saat ini. Genset yang diberikan secara cuma-cuma itu diberikan berdaya 2500 watt per unit per rumah. Include dengan harga rumah," ujar Rudi.

Rudi membeberkan, untuk Villa Rudensia dijual mulai harga Rp500 juta dengan dua jenis tipe yakni tipe 77 dan 80 luas tanah 90 meter persegi dan tipe 123 dengan luas tanah 123 meter persegi. Sementara untuk jenis tersebut pihaknya baru menyediakan 11 unit dan sudah terjual tiga unit.

Sudah laku 40 unit untuk Grand Rudensia dari 119 unit setelah kami launching tiga bulan, dari 21 awal launching paling banyak terjual dengan 19 unit. Rumah bertipe 30 dan 36 dengan luas tanah 60 meter persegi, dilengkapi dengan genset, jadi anti mati listrik dengan harga Rp 200 jutaan,” bebernya.

Rudi menambahkan, Pihaknya menargetkan pada tahun depan seluruh unit bisa terjual habis. Pembayaran bisa dilakukan dengan cara cash keras atau pembayaran tunai dengan potongan harga 20 persen, cash tempo dengan mengangsur sebanyak empat kali maupun kredit kepemilikan rumah (KPR).

Untuk air di area tersebut menggunakan artetis dan diberikan fasilitas wifi gratis. Area perumahan tersebut masih alami dan terdapat sungai kecil dengan air yang belum tercemar. Selain itu, lokasi jalannya merupakan jalur alternatif ke Bulusan dengan jarak 500 meter ke Kampus Undip Semarang dan Rumah Sakit Nasional (RSN) Diponegoro," pungkas Rudi. [jie]









Komentar Pembaca