Setelah Dilaporkan Karena Diduga Jadi Pelakor, Chat "Mesum" Caleg Gerindra Beredar

Politik  SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:17:00 WIB

Setelah Dilaporkan Karena Diduga Jadi Pelakor, Chat
RMOLJateng. Setelah dilaporkan ke DPD Partai Gerindra Jateng oleh Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang karena diduga telah menjadi pelakor dan memadu asmara dengan pejabat publik kota Semarang, kini chat via WA berbau mesum yang diduga dilakukan Rania Noor Setyawati beredar di masyarakat.

Chat berbau mesum tersebut sepertinya membuktikan kalau dugaan jadi Pelakor itu benar adanya.

Caleg DPRD Jateng dari Gerindra  daerah pemilihan (Dapil) 1 (Kota Semarang) itu diduga melakukan chat mesum itu dengan pejabat publik di Kota Semarang.

Tidak tahu kapan pertama kali chat mesum itu beredar. Tapi chat tersebut sudah beredar di kalangan wartawan.

Dalam chat tersebut, pembicaraan yang dilakukan sangat intens dan fulgar layaknya suami istri. Antara lain mengungkapkan rasa sayang, sampai membicarakan (maaf) masalah payudara segala.

Rania Noor Setiawatie ketika dikonfirmasi menyatakan minta bukti kalau ada tuduhan dirinya melakukan asusila dan menjadi pelakor.

Ya silahkan dibuktikan aja," ujar Rania saat dikonfirmasi media, Minggu (21/10/2018).

Sementara itu saat dikonfirmasi via WA ke nomor yang tertera dalam chat WA tersebut, hanya terlihat tanda kalau pesan telah dibaca tapi tidak direspon.

Diberitakan sebelumnya, melalui surat yang dilayangkan ke DPD Gerindra Jateng, organisasi yang mengatasnamakan Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang meminta DPD Gerindra untuk mengganti Rania Noor Setyawati dari pencalegan.

Dalam surat terbuka tertanggal 19 Oktober 2018 tersebut menyebutkan Perempuan Indonesia Raya menyayangkan caleg DPRD Jateng Dapil I Jateng nomor urut 3 tersebut. Pasalnya, Rania telah menjadi perbincangan masyarakat umum karena perbuatannya.

Dalam surat tersebut menyebutkan Rania adalah seorang pelakor yang telah menjalin hubungan selingkuh dengan seorang pejabat publik Kota Semarang yang sudah berkeluarga. Partai Gerindra seharusnya memiliki komitmen terhadap norma dan agama yang ada di masyarakat.

Dengan alasan itulah, Perempuan Indonesia Raya menuntut supaya DPD Gerindra Jateng memberikan sanksi kepada Rania karena telah melanggar norma dan agama.

Selain itu, Perempuan Indonesia Raya juga mendesak DPD Gerindra Jateng untuk mencopot pencalonan Rania dari Caleg DPRD Jateng Dapil I Jateng.

Dan terakhir, agar DPD Gerindra Jateng mendesak Rania untuk meminta maaf kepada publik atas perbuatannya. Apabila dalam waktu 1x24 jam surat tersebut tidak diperhatikan, Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang akan menyampaikan hal ini kepada media.

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra Abdul Wahid saat dikonfirmasi media mengaku belum membaca surat dari Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang, terkait dengan dugaan perselingkuhan kadernya.

 Saya belum baca surat aduannya itu. Nanti akan saya tanyakan kepada bagian seleksi caleg,” akunya.

Abdul Wahid menambahkan, daftar calon tetap (DCT) telah ditetapkan oleh KPU dan tidak bisa lagi dilakukan penggantian caleg. Tapi untuk pelantikan, partai masih memiliki kewenangan.

Ya kalau sekarang silahkan berjalan dulu pencalonannya. Karena memang belum ada kekuatan tetap. Tapi kalau terbukti melakukan asusila dan menjadi pelakor, maka yang bersangkutan tidak akan dilantik kalau sampai terpilih,” tukasnya. [***]

Komentar Pembaca
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00