Kirab Tujuh Ekor Kerbau Tandai Puncak Peringatan 1 Suro Kraton Kasunanan

Budaya  RABU, 12 SEPTEMBER 2018 , 07:39:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Kirab Tujuh Ekor Kerbau Tandai Puncak Peringatan 1 Suro Kraton Kasunanan

Iring-irinan Kiai Slamet/RMOL Jateng

RMOLJateng. Kraton Kasunanan Surakarta menggelar kirab benda-benda pusaka menandai peringatan pergantian Tahun Baru Islam 1440 Hijriah. Ditandai dengan dikirabnya tujuh Ekor kerbau pusaka milik Kraton Kasunanan Surakarta.

Pantauan RMOLJateng, tepat pukul 23.00 WIB, tujuh ekor kerbau pusaka atau biasa disebut Kerbau Bule sudah berada di depan Kraton Kasunanan.

Layaknya selebriti, kehadiran tujuh ekor kerbau yaitu Kiai Apon, Kiai Welas, Kiai Sukro, Kiai Juminten, Kiai Paing, Kiai Jabo dan Kiai Soge, menjadi sorotan masyarakat yang memang telah menunggu sejak sore.

Sorotan lampu dari kamera yang dibawa, langsung mengabadikan kehadiran kerbau yang di yakini merupakan keturunan dari Kiai Slamet.

Para pawang kerbau ini pun berulang kali berteriak kearah massa agar tak mengambil foto kerbau menggunakan lampu.

Pasalnya, para pawang kerbau ini takut, adannya lampu kamera ini akan membuat kerbau terkejut dan menjadi marah. Sehingga nantinya kerbau sulit dikendalikan.

Apalagi, hingga jam menunjukan  pukul 23.30 WIB kirab belum juga dimulai. Belum dimulainya kirab disebabkan titah dari Raja Kraton Kasunanan Pakubuwono XIII belum juga diberikan.

Baru, sekitar pukul 23.38 WIB, pintu utama Kraton, Kamandungan Lor yang tadinya masih tertutup, mulai di buka. Di bukanya pintu Kamandungan membuat aparat keamanan bekerja keras mencegah massa maju.

Setelah menunggu, akhirnya sekira pukul 23.47 WIB, iring-iringan prajurit serta abdi dalem pun keluar dari dalam Kraton.

Kirab diawali dengan berjalannya tujuh ekor kerbau disusul barisan prajurit serta para abdi dalem. Barisan pertama ini terus berjalan membelah kerumunan massa yang berkumpul.

Diikuti barisan belakang, pasukan Kraton yang membawa panji-panji kebesaran Kraton serta lampu tintir-tintir atau lentera dibelakangnya.

Dibelakangnya berjalan barisan abdi dalem membawa kotak berisi benda-benda pusaka Kraton. Terpantau ada 20 kotak dibawa dalam kirab oleh para Abdi Dalem.

Setelah iringi-ringan kirab meninggalkan halaman Keraton, ribuan warga yang sejak sore hari sudah memadati halaman Keraton Kasunanan, langsung meringsek memperebutkan kotoran yang ditinggalkan hewan kerbau.

Tak hanya kotoran kerbau jadi rebutan, janur yang terpasang di tiang Kraton pun tak luput dari serbuan warga. Mereka mempercayai adanya berkah tersendiri bila mendapatkan kotoran kerbau maupun janur milik Keraton.

Pengageng Perintah Kraton Kasunanan Surakarta Dipo Kusumo mengatakan penentuan waktu kirab didasarkan pada perhitungan Sultan Agung yang menggabungkan kalender tahun Hijriah dan Tahun Saka.

"Perhitungan tersebut kadang bisa bersamaan dengan Masehi namun bisa juga terdapat selisih sehari. Kebetulan untuk tahun ini, kirab dilakukan Selasa Malam," jelas Dipo Kusumo, di Kraton Kasunanan, Selasa (11/9).

Menurut Dipo, Kraton memiliki 14 ekor kerbau. Namun, untuk kirab ini, hanya tujuh kerbau peninggalan PB II saja yang dikirab.

Alasannya, ungkap Dipo, ketujuh ekor kerbau inilah yang sudah terbiasa menghadapi kerumunan massa. Sedangkan kerbau lainnya belum terbiasa. Sehingga dikhawatirkan bisa mengamuk saat  dikirab.

"Ada dua kerbau yang tidak ikut dikirab karena usiannya sudah tua. Sedangkan lainnya masih tergolong muda. Takut mengamuk  karena belum terbiasa menghadapi kerumunan massa," jelasnya.

Sementara itu adanya kirab 1 Suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta, terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik. Terpantau aparat Kepolisian Polresta Surakarta sibuk mengatur arus lalu-lintas. [jie]




Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Suasana Pusat Oleh-Oleh Khas Semarang Saat Libur Panjang