Banyak Kader Kalah Di Pilkada, Gerindra Jangan Paksakan Prabowo Nyapres

Politik  SENIN, 02 JULI 2018 , 15:37:00 WIB | LAPORAN: ADITYA ILYAS SAPUTRA

Banyak Kader Kalah Di Pilkada, Gerindra Jangan Paksakan Prabowo Nyapres

Foto/Net

RMOLJateng. Ekonom sekaligus aktivis senior, Rizal Ramli dinilai sebagai sosok yang paling layak untuk menjadi calon presiden alternatif demi memperbaiki ekonomi bangsa.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan hal itu karena dua tokoh yang digembar-gemborkan akan maju di Pilpres tahun 2019 nanti, petahana, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dianggap bukanlah merupakan tokoh yang akan menjadi solusi bagi semua permasalahan bangsa.

Ada dua alasan yang dia kemukakan. Pertama, Jokowi sudah dianggap gagal memperbaiki ekonomi bangsa. Di mana dengan kebijakan-kebijakan yang neo liberalis.

"Padahal rakyat sudah begitu menderita," sesalnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/7).

Lalu, lanjut Andrianto, Partai Gerindra sebaiknya tak lagi mencalonkan Prabowo Subianto dalam ajang Pilpres 2019 nanti. Karena menurut dia, mantan Danjen Kopassus itu belum memiliki ide yang baru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan bangsa.

"Masa (Gerindra) bergantung sama Prabowo yang sudah berkali-kali kalah," selorohnya.

Ditekankannya lagi, sebaiknya Gerindra mengusung capres baru dalam Pilpres 2019 nanti. Sementara Prabowo Subianto, menurutnya juga harusnya legowo untuk bertindak sebagai King Maker.

"Prabowo cukup jadi sabdo pandito ratu mirip Mega (Ketua Umum PDIP) yang lalu (mendorong Jokowi pada Pilpres 2014)," imbaunya.

Melihat kondisi ekonomi bangsa yang kian terpuruk, Andrianto pun menegaskan kalau sosok Rizal Ramli lah yang pantas didorong Prabowo untuk memimpin bangsa ini.

"Jika sikon ekonomi semakin memburuk, maka satu-satunya yang sudah deklare capres kan Rizal Ramli yang sangat pas dengan sikon saat ini," ujarnya.

Lebih lanjut Andrianto juga mengimbau PDIP untuk tak lagi mengusung Jokowi jika mereka masih ingin masuk ke parlemen di Senayan.

Hal itu merujuk pada hasil Pilkada 2018. Dimana kader dari kedua partai banyak yang tumbang akibat nama besar Jokowi dan Prabowo yang tak mampu menaikkan tingkat elektabilitas jagoan mereka.

"(Gerindra dan PDIP) jangan paksaan terus. Pilkada ini potretnya," serunya. [dit]

Komentar Pembaca
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00