Penipuan Judi Online Menjamur, Salah Siapa ?

Hukrim  SELASA, 20 MARET 2018 , 08:00:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Penipuan Judi Online Menjamur, Salah Siapa ?
UMPAN kecil akan dapat ikan kecil, umpan besar akan mendapatkan ikan besar. Namun, tidak hanya umpan yang besar dan piranti pancing yang memadai, tapi juga dibutuhkan strategi dan teknik tingkat tinggi supaya ikan besar yang tertangkap bisa naik ke darat. Namun terkadang adanya faktor X yang membuat gagal hasil tangkapan itu didapatkan.

Itulah gambaran menjamurnya bisnis judi via internet alias judi online. Awalnya, sekedar iseng-iseng, masuk ke sebuah situs judi online dengan deposit uang receh. Setelah dimainkan ternyata benar-benar mendapatkan uang meskipun recehan. Tergiur dengan sistem permainannya, akhirnya penjudi pun mendepositkan uang yang lebih besar, mulai dari ratusan ribu, jutaan bahkan ratusan juta rupiah.

Para penjudi pun mengeluarkan trik dan strateginya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Disinilah tantangan dan resiko yang besar bakal menghadang para penikmat judi online tersebut. Dengan strategi yang jitu, penjudi pun berhasil memenangkan dalam jumlah besar.

Namun apa boleh buat, sang bandar rupanya mata duitan, melihat ada member situs yang mendepositkan uang dalam jumlah ratusan juta dan menang besar dalam permainannya, pihak situs pun membuat rekayasa sedemikian rupaya supaya tidak membayar kemenangan member.

Bahkan ironisnya, pemilik situs judi online menonaktifkan akunnya dan mengganti rekening bank member tanpa sepengetahuan member tersebut. Alhasil, pemilik situs judi online pun dengan senyum-senyum menikmati uang member situs tanpa memikirkan dampaknya.

Itulah yang dirasakan oleh seorang pemuda dari Semarang sebut saja Frans. Awalnya, ia iseng-iseng main di situs www.ratukasino.com dengan deposit uang kecil. Setelah mempelajari permainannya dan yakin tidak akan ada masalah karena di disitus tersebut ada fasilitas live chat yang dioperatori langsung pihak situs.

Akhirnya, Frans pun mendepositkan dananya Rp 100 juta lewat rekening yang sesuai dalam web tersebut. Frans mentransfer Rp100 juta ke rekening Mandiri 1770001999959 atas nama Sri Rohimah dalam dua kali transferan.

Setelah berbagai proses dilalui Frans sesuai dengan petunjuk yang ada dalam situs tersebut, Frans pun mulai mengeluarkan trik dan tekniknya dalam permainan kasino. Akhirnya, dalam waktu yang tidak lama, Frans menang sekitar Rp 70 juta.

Frans pun merasa senang dan gembira karena berhasil memenangkan dalam jumlah yang banyak. Untuk itu, Frans bermaksud menarik dana tersebut ke rekeningnya. Namun, betapa kagetnya Frans karena dana tersebut tidak bisa ditarik bahkan uang depositnya juga tidak bisa ditarik.

Untuk meminta bantuan, Frans pun menghubungi operator melalui fasilitas Live Chat. Frans dalam dialognya dengan Ratu Kasino Live Chat meminta bantuan dan menanyakan berapa lama proses penarikan dana. Oleh operator yang gambarnya seorang wanita dijawab ‘jika sudah mengisi form maka akan langsung dikirim kok pak’.

Frans pun mengikuti petunjuk dari operator dengan mengisi form yang juga disediakan pihak www.ratukasino.com. Namun dana itu pun tidak kunjung cair. Beberapa saat  kemudian, Frans pun menanyakannya lagi melalui fasilitas live chat itu.

Oleh operator, Frans disuruh menunggu beberapa saat dengan alasan karena Mandiri milik Ratu Kasino lagi ada limit dan jika sudah normal akan diproses. Frans pun mengiyakan dan menunggu. Namun hingga saat ini, dana itu belum juga cair ke rekening Frans.

Akhirnya dihari kemudian, Frans kembali menanyakan ke pihak Ratu Kasino. Namun, ketika Frans menanyakan kenapa dana belum cair, operator langsung left chat dan tidak melayani Frans. Frans pun sadar kalau www.ratukasino.com bukan situs yang jujur, tapi hanya menyedot uang membernya.

Bagi Frans bukan masalah uang hasil menang dan deposit yang tidak cair, tapi bagi masyarakat yang suka dengan permainan di internet diminta cari situs yang benar-benar bisa dipercaya, bukan situs yang hanya menyedot uang membernya seperti www.ratukasino.com tersebut.

Bahkan lanjut Frans, situs tersebut diduga kuat masih ada kaitannya dengan situs judi yang lain seperti www.omdomino.com, www.rajakasino.com, www.sabungayam.com. Hindari bermain di situs-situs tersebut kalau pengin uangnya aman.

Frans berharap tidak ada lagi korban-korban dari situs judi yang mengiming-imingi keuntungan besar tapi justru menyedot uang member situsnya.

Dari hasil searching di internet, situs-situs perjudian online semakin hari semakin menjamur dan terang-terangan. Namun anehnya, baik pemerintah, aparat kepolisian dan pihak-pihak berwenang yang menangani masalah perjudian terkesan tutup mata dan tutup telinga. Padahal aturan perjudian sangat jelas melanggar Undang-undang dan norma yang ada di Indonesia.

Pemerintah sangat gencar memblokir situs-situs porno yang efeknya merusak moral bangsa, dan apa bedanya dengan situs-situs judi online yang sama-sama memiliki efek merusak moral bangsa. Tapi pemerintah terkesan cuek dengan menjamurnya situs-situs judi online. Bahkan tekesan situs-situs judi online seperti sengaja dibiarkan untuk lahan empuk para empunya kepentingan.

Mengapa tidak, polisi menangkap para pelaku judi domino di pinggir jalan, judi manual seperti togel diberantas dan jenis-jenis judi manual lainnya. Polisi menangkap mereka tanpa harus menunggu laporan masyarakat karena memang judi itu adalah pidana murni. Namun kenapa polisi tidak bisa memberantas perjudian via internet (judi online).

Padahal kalau polisi mau dan komitmen menegakkan hukum, polisi bisa kerja sama dengan berbagai pihak misal perbankan, karena transaksi bandar dengan penjudinya melalui rekening bank di Indonesia.
Selain polisi, pemerintah dalam hal ini Kominfo juga sangat bisa mencegah maraknya perjudian online di Indonesia dengan melakukan pemblokiran layaknya pemerintah memblokir situs-situs porno. Pemerintah juga bisa kerja sama dengan PPATK untuk melihat aliran dana dari bandar ke penjudinya atau sebaliknya.

Semua bisa dilakukan karena aparat penegak hukum, pemerintah dan pihak-pihak berwenang lainnya memiliki kekuasaan untuk memperbaiki bangsa dari jajahan dunia maya yang bisa merusak moral bangsa.

Namun sepertinya kekesalan Frans dan korban-korban lainnya hanya bisa berharap tanpa akan mendapatkan jawabannya, karena diduga kuat situs-situs judi online yang beromset milyaran itu dijadikan lahan empuk para pemegang kepentingan.

Namun demikian, Frans tidak akan tinggal diam, dirinya akan melakukan upaya pengajuan surat ke pemerintah, ke kantor pajak dan lain-lain. Frans menghimbau kalau mau main kasino sebaiknya langsung dimeja kasino atau di Indonesia dilegalkan saja daripada bandar-bandar judi online yang beromset milyaran tidak membayar pajak.

Frans juga siap membantu aparat penegak hukum jika diperlukan kesaksiannya untuk membongkar bandar-bandar judi online yang ia ketahui, bahkan ia akan pasang badan jika bandar dan pemain dipolisikan. Ia akan melakukan dengan cara apapun untuk membantu pihak berwenang membarantas judi online.

Selain itu Frans juga akan meminta bantuan untuk menyelesaikan dan membongkar penipuan judi online ini ke mahasiswa dan pihak-pihak lain, dengan begitu Frans berharap pemerintah, aparat penegak hukum dan pihak berwenang lainnya serius memberantas penipuan judi online supaya tidak ada korban-korban lagi berjatuhan. [***]



Komentar Pembaca
Kerja Bakti Polisi Membersihkan Masjid Agung Demak
Program Sehati Pertamina

Program Sehati Pertamina

KAMIS, 23 JULI 2020 , 14:27:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00