Masih Banyak Pengajar GTT/PTT di SLTA Belum Digaji Pemprov Jateng

Pendidikan  KAMIS, 15 MARET 2018 , 18:38:00 WIB | LAPORAN:

Masih Banyak Pengajar GTT/PTT di SLTA Belum Digaji Pemprov Jateng
RMOLJateng. Dipindahnya pengelolaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) baik SMA maupun SMK di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyisakan banyak persoalan.

Salah satunya, masih banyak Guru Tidak Tetap (GTT) atau Pengajar Tidak Tetap (PTT) yang mengajar di seluruh Jateng yang sampai saat ini belum menerima gaji atau honor dari Pemprov Jateng.

Fakta itu diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Semarang yang menyatakan jika gaji atau honor untuk GTT/PTT yang mengajar di lingkungan sekolahanya adalah keperluan mendesak.

"Mendesak, diantaranya membayar GTT dan PTT. Jadi, tiap sekolah dengan banyaknya guru yang pensiun mau tidak mau harus merekrut Guru Tidak Tetap atau GTT/PTT," ungkap Titi Priatiningsih kepada awak media usai memberikan pengarahan kepada orang tua siswa di Aula SMAN 5 Kota Semarang, Jalan Pemuda, Kota Semarang Kamis (15/3).

Memang, Titi mengungkapkan Pemprov Jateng sudah mengakomodir sebagian guru GTT/PTT dilingkungan sekolahnya dengan mengucurkan Biaya Operasional Sekolah (BOP) di awal tahun 2018 saat ini. Namun, hanya sebagian guru GTT/PTT saja yang menerima gaji dari BOP tersebut. 

"Pemprov Jateng sudah akomodir, honor GTT/PTT tapi yang GTT/PTT P3D-nya yang per 1 Otober 2016, waktu kami pindah ke Pemprov Jateng. Sementara masih ada banyak GTT/PTT setelah penetapan itu masih ada. Besaranya UMR daerah setempat se-Jateng," ungkapnya.

Titi memperinci jika di SMAN 5 Kota Semarang, ada sebanyak 35 guru berstatus GTT/PTT namun masih ada 11 guru GTT/PTT yang belum dibayar gajinya oleh Pemprov Jateng.

Pasalnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir banyak guru SMAN 5 Kota Semarang sudah masuk masa pensiun, siring dengan kebijakan pemerintah pusat lima tahun terakhir tidak merekrut PNS. 

"Jumlah GTT sebanyak 21, PTT sebanyak 14. Yang sudah tercover di Pemprov Jateng GTT baru 10 orang dan PTT sebanyak 13 orang, jadi kami masih menanggung 11 orang GTT yang memang harus kami biayai karena teman-teman guru 2 tahun terakhir sudah banyak yang pensiun. Pemerintah lebih dari 5 tahun terakhir tidak ada rekrutmen CPNS, fakta di lapangan seperti itu," rincinya.

Sehingga, Titi menambahkan sebanyak 11 pengajar GTT/PTT yang belum dibayar oleh Pemprov Jateng dibayar dengan uang SPP yang merupakan hasil iuran atau sumbangan ortu siswa ke pihak sekolah.

"Ya itu, dana masyarakat ortu siswa itu yang Rp 115 ribu diantaranya untuk mengcover GTT/PTT yang belum bisa digaji oleh pemerintah provinsi, kan harus dibayar. Ya kan harus dibayar, kebutuhan kita tidak bisa tidak. Kalau tidak ngangkat GTT siapa yang mau mengajar? Kan ndak mungkin. Nanti kekuranganya ya dibiayai sekolah secara mandiri dari iuran ortu siswa," pungkas Titi Priatiningsih. [jie]



Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00