Rayakan Usia Satu Abad PSHT Karanganyar Kumpulkan Air Panguripan dan Tanah Dari Sapta Tirta Pablengan

Menyongsong 100 Tahun PSHT atau 1 abad Terate emas untuk dunia, PSHT Karanganyar gelar Kirab Budaya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Diantaranya dengan menggelar pertunjukan Reog Ponorogo.


Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan air dan tanah dari Karanganyar yang dimasukkan dalam kendil berhias rangkaian kembang melati.  

Sapto Yohanis, Ketua Perwakilan Pusat PSHT Wilayah Jawa Tengah sebut tradisi ini baru pertama kali digelar untuk memperingati Satu Abad PSHT. 

Nantinya tanah dan air yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia dijadikan satu dan dibawa ke Padepokan PSHT di Madiun, Jawa Timur. 

"Air dan tanah dari berbagai wilayah di Nusantara dikumpulkan menjadi satu di Madiun," jelasnya kepada media, Minggu (24/7) malam. 

Setelah semua terkumpul dan dijadikan satu selanjutnya air dan tanah tersebut akan diletakkan di Monumen Satu Abad PSHT. Yang puncaknya jatuh pada 2 September 2022. 

"Pada puncak acara 2 September nanti, dilakukan peresmian Monumen 1 Abad PSHT. Yang diwarnai pertunjukkan budaya tradisional salah satunya pertunjukkan 100 Reog Ponorogo," imbuhnya. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sampaikan dengan atu abad PSHT keren, ini hal yang luar biasa. Peringati satu abad kelahiran perguruan pencak silat  Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun, menggelar kirab tanah dan air dari seluruh Indonesia.

Menurutnya tanah dan air ini mempersatukan bangsa. Dan PSHT ikut andil mempersatukan Republik Indonesia. Tanah dan air dari Sabang sampai Merauke ini dikirab dan dikumpulkan menjadi satu, sebagai simbol mempererat persaudaraan, menjaga keutuhan kebinekaan.

Dari karanganyar tanah dan air ini diambil dari Sapta Tirta Pablengan. Di sana terdapat 7 sumber mata air yang memiliki rasa berbeda. 

"Khusus untuk acara ini diambilkan dari air Panguripan," pungkas Juliyatmono.