Pedagang Shock Hingga Mengais Puing-Puing Sisa Dagangan

Pasca Kebakaran Pasar Relokasi Pasar Johar MAJT

Pedagang Pasar Johar Relokasi MAJT kembali mengunjungi lokasi untuk mengumpulkan puing-puing sisa dagangan yang masih bisa diselamatkan usai kebakaran, Rabu (2/2) malam.


Salah seorang pedagang sembako, Ria Arianingtyas mengaku, masih shock atas peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan kios sembako miliknya dan juga ibunya. 

Saat ditemui di lokasi bekas kebakaran, Ria tengah mengais sisa kebakaran di kios, namun sayangnya tidak ada sedikitpun dagangan yang bisa ia selamatkan.

"Saya shock dan ga tau begitu saya sampai sini api sudah besar dan kita tidak bisa menyelamatkan apa-apa," kata Ria pasrah, Kamis (3/2).

Ria mengaku mengetahui musibah kebakaran tersebut dari grup Pasar Johar, setelah tahu jika Pasar Relokasi yang terbakar, dirinya langsung menuju pasar untuk mengecek kondisi kiosnya.

"Saya tahunya jam 18.45 itu saya sudah dirumah lalu saya lihat status pasar johar ternyata yang terbakar relokasi dan saya langsung ngabarin ibu saya dan ibu saya langsung kesini ternyata api sudah besar sekali," ungkapnya.

Ria mengaku dari musibah ini dirinya mengalami kerugian hingga Rp400 juta. Pasalnya, Ria baru saja kulakan barang dagangan yang akan kembali dijual lagi. Belum sempat dijual kembali, kios beserta barang dagangan hangus terbakar.

"Saya rugi sekitar Rp 400 juta. Saya baru saja kulakan, beras 2 ton belum dijual sama sekali baru kemarin kulakan besar-besaran, ya gini pasrah aja," tuturnya.

Disinggung soal pembagian lapak di Pasar Johar baru, Ria mengaku sudah mendapat lapak di Johar Selatan dan ibunya di Kanjengan. Pasca kebakaran. Ria mengaku belum bisa berbuat apa-apanya, dia pun mengaku masih tidak percaya dengan apa yang dialami saat ini.

"Kami belum pindah kesana karena kami belum terima karena dulunya kami di Johar Tengah tapi kenapa kita dapetnya Johar Selatan dan Kanjengan dan kami masih disini karena disini masih diberi waktu sampai bulan Mei," bebernya.

Pedagang lain, Daniar juga mengaku kaget saat mengetahui Pasar Johar Relokasi yang menjadi tempat ia mencari nafkah kembali terbakar. Saat mengetahui informasi terbakarnya Pasar Johar, dirinya langsung mendatangi lokasi bersama istri. 

Begitu tiba di lokasi, Daniar menyebut kios sembakonya belum terlahap api, namun jalan masuk ke kiosnya sudah penuh kobaran api. Alhasil dia tidak diperbolehkan masuk kedalam oleh petugas Damkar karena membahayakan jiwa.

"Saya kesini yang terbakar baru area depan yang terbakar tapi kan angin dari barat lalu merembet kesini. Ini ga ada sebabnya wong ga ada apa-apa, kemarin Dinas baru pindahan kenapa sekarang terbakar kenapa perpisahannya harus seperti ini apa harus diulang seperti kemarin lagi," keluhnya.

Daniar mengatakan sempat ingin membantu petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api namun oleh petugas Daniar tidak diperkenankan. Daniar menyebut pada pukul 02.00 dini hari api mulai padam, namun sekitar subuh, baru api benar-benar padam.

"Saya sudah tidak bisa menyelamatkan apa-apa semuanya terbakar, padahal pas saya datang kios saya cuma ada asapnya saja karena kios sebelah itu terbakar, tapi dilarang masuk petugas," kenangnya.

Daniar mengaku sudah mendapat jatah lapak di Pasar Johar baru di blok Kanjengan namun memang belum ditempati. Pasalnya lapak yang ia terima ukurannya lebih kecil dan tidak bisa menampung semua barang dagangannya.

Selain itu, ia mengaku jika di Pasar Johar yang baru mayoritas masih kosong dan belum ditempati oleh para pedagang. Dia juga masih menunggu pindah bersama-sama pedagang lain sembari memberitahu para pelanggannya sebelum pindah. 

"Bukannya tidak mau pindah, tapi disana masih kosong. Disini saya masih cari makan, kami beritahu pelanggan kami dulu disini," jelasnya. 

Pedagang lain di Blok F7, Wahyu mengaku pasrah saat mengetahui musibah tersebut. Terlebih saat peristiwa nahas tersebut, Wahyu sedang berada diluar kota. 

"Saya pasrah saja karena memang tidak ada yang bisa terselamatkan setelah saya lihat kondisinya sekarang," ungkapnya.

Disinggung terkait kerugian, Wahyu menyebut belum bisa menaksir kerugian yang dideritanya. Pasalnya hingga saat ini, dirinya masih belum percaya kios miliknya ludes terbakar dalam waktu semalam.

"Saya sudah dapat lapak di Johar yang baru tapi belum dipakai karena memang semuanya masih kosong. Saya tidak banyak berharap pada pemerintah, semoga saja bisa disikapi dengan baik," harapnya.