Partai Ummat Dideklarasikan, Peneliti LIPI: Harapan Pemilih Islam

Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, deklarasi Partai Ummat ini menandakan satu harapan bagi ceruk pemilih umat Islam untuk politik di Indonesia. Partai Ummat yang didirikan mantan pendiri PAN, Amien Rais, resmi dideklarasikan pada Kamis (29/4).


Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, deklarasi Partai Ummat ini menandakan satu harapan bagi ceruk pemilih umat Islam untuk politik di Indonesia. Partai Ummat yang didirikan mantan pendiri PAN, Amien Rais, resmi dideklarasikan pada Kamis (29/4).

"Bisa dibaca bahwa sebetulnya umat Islam mengharapkan adanya partai politik yang betul-betul bisa mengakomodasi mereka," ujar Siti Zuhro kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/4).

Kecenderungan masyarakat mencari alternatif partai politik, sambung Siti Zuhro, adalah kebutuhan. Karena, mayoritas umat Islam utamanya sudah tidak tertarik lagi dengan partai politik yang sudah ada sekarang ini.

"Ada ketidakpuasan, kekecewaan dari pemilu ke pemilu, puncaknya di pemilu 2019 lalu. Tentu Umat islam ingin ada Partai yang bisa merepresentasikan atau paling kurang mengakomodasi aspirasi dan kepentingan mereka," tuturnya.

Dalam konteks itulah, dosen megister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini, memandang pendirian Partai Umat menghadirkan asumsi-asumsi di masyarakat bahwa partai politik ini lebih prospektif.

"Karena ada kerinduan dari umat Islam untuk mendapatkan satu Partai islam yang nanti bisa menjadi rumahnya, bisa mengakomodasi apa yang mereka kehendaki," tandasnya.[sth]