Malam Satu Suro, Seniman Muda Semarang Gelar Ritual Adus Sendang

Segenap pelaku kesenian di Kota Semarang menyambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah dengan cara berbeda. Mereka menggelar acara bertajuk ‘Suro Wiwitan Adus Sendang 2018’ di komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.


Para seniman muda tersebut menggelar berbagai acara mulai dari kenduri, pentas seni, hingga mandi tengah malam di sendang Mintoloyo.

Ketua Forum Teater Kampus Semarang (Fotkas), Syarifuddin Affandi, mengatakan gelaran acara tersebut dilakukan tiap tahun secara rutin.

Sendang Mintoloyo itu di komplek TBRS. Kami berkumpul untuk bersih-bersih sendang. Bersih-bersih area sendang akan menggugah kesadaran kami sebagai manusia dan wujud terima kasih serta syukur kepada Tuhan atas sumber air yang telah lama ada di area ini," tutur Syarifuddin, Senin (10/9) malam.

Syarifuddin menambahkan Sendang Mintoloyo telah lama menjadi sumber kehidupan warga yang ada di sekitar TBRS Semarang.

Konon, sendang ini ditemukan oleh tokoh masyarakat yang bernama Ki Mintoloyo, yang makamnya hanya berjarak beberapa meter dari sumber mata air tersebut,"imbuhnya.

Dirinya berharap gelaran ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Sehingga, lanjut dia, masyarakat, khususnya di sekitar TBRS Semarang juga turut memahami pentingnya air sendang itu pada masa lampau.

Mandi pada malam 1 Sura dimaksudkan sebagai ritual membersihkan diri, supaya kembali suci dalam menjalani kehidupan di tahun berikutnya,"pungkasnya.