Mahasiswa UKSW Buat Casing HP Dari Serbuk Kayu yang Lebih Ramah Lingkungan

Nicholas Jason dan kawan-kawannya saat  menunjukkan karya casing handphone dari serbuk kayu.
Nicholas Jason dan kawan-kawannya saat menunjukkan karya casing handphone dari serbuk kayu.

Sekelompok anak muda dari sejumlah Fakultas di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), mencetuskan ide pembuatan casing handphone (HP) dari serbuk kayu.


Temuan ini pun, menyita perhatian pengunjung serta juri dalam Expo Kewirausahaan Mahasiswa "Presentasi dan Pameran Kewirausahaan Mahasiswa".

Diungkapkan Nicholas Jason mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) yang juga ketua kelompok pencetus casing handphone dari serbuk kayu, pelindung HP kebanyakan dibuat dari silikon.

"Atau bahkan bahan-bahan lainnya yang tidak ramah lingkungan," kata Nicholas Jason, Sabtu (23/4). 

Karena itulah, dengan rekannya dari Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan juga Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Nicholas membuat produk casing HP dari serbuk kayu.

"Kami berlima berasal dari Jepara dan di sana banyak serbuk kayu yang hanya jadi limbah. Dari situ kami berpikir bagaimana kalau dibuat casing handphone saja," ujarnya.

Selama ini, aku dia, ia dan sejumlah teman-temannya melihat lihat casing HP kebanyakan dibuat dari silikon. Padahal, jika dari serbuk kayu selain lebih ramah lingkungan, hasilnya pun terlihat lebih unik.

Karya Nicholas dan kawan-kawannya ini kemudian mampu mengungguli 41 kelompok Kewirausahaan Mahasiswa yang tampil dalam Expo Kewirausahaan Mahasiswa UKSW di Balairung UKSW.

Kelompok lainnya yang menarik adalah hidroklik. Dengan aplikasi yang dirancang kelompok mahasiswa ini, masyarakat yang bercocok tanam dengan teknik hidroponik cukup memencet satu tombol saja untuk menyiram.

"Tidak hanya menyiram, aplikasi ini nantinya juga akan memberi tahu kita waktu yang tepat untuk memberi pupuk atau nutrisi lainnya dan juga waktu panen. Kita cukup memasukkan data seperti nama tanaman dan waktu penanaman saja," kata Davina Dea.

Sebagai informasi, kelompok Kewirausahaan Mahasiswa yang tampil di expo ini merupakan perwakilan dari 21 kelas Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Kewirausahaan yang diikuti mahasiswa UKSW angkatan 2021 dari semua fakultas.

Sementara Arief Sadjiarto, S.E., M.Pd., Koordinator MKDU Kewirausahaan mengungkapkan, dengan landasan creative minority sebagai profil lulusan UKSW.

Dalam penyelenggaraan expo ini, juga melibatkan Lembaga Layanan Kemahasiswaan (LLK) dan Biro Inovasi dan Inkubasi (BII) UKSW.

Dan lewat mata kuliah ini sebagai pengajar ia ingin mahasiswa sedini mungkin berpikir tentang membuat usaha atau menjadi wirausahawan.

"Bagi kelompok yang memenuhi syarat akan mendapatkan pendampingan dan juga bisa pendanaan dari LLK yang mempunyai inkubator kewirausahaan mahasiswa," pungkasnya.