Stok Gula Hingga Mei Tercukupi, APTRI Minta Pemerintah Tak Lakukan Impor

Ekonomi  JUM'AT, 28 FEBRUARI 2020 , 15:26:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Stok Gula Hingga Mei Tercukupi, APTRI Minta Pemerintah Tak Lakukan Impor

ilustrasi

RMOLJateng. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta, agar pemerintah tidak melakukan impor gula.

Sebab, pasokan gula saat ini tercukupi. Jumlahnya di awal 2020 ini mencapai 1,350 ton.

"Stok awal 2020 sebanyak 1,350 juta ton. Jadi untuk memenuhi kebutuhan Januari-Mei 2020 cukup," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional APTRI M. Nur Khabsyin, Jumat (28/2).

Pria asal Kabupaten Kudus itu menerangkan, ketersediaan stok itu dihitung dari kebutuhan gula konsumsi per bulan rata-rata 230 ribu ton secara nasional. Jadi 5 bulan butuh 1,150 juta ton.

"Selain itu pada akhir 2019 lalu juga sudah ada  impor  GKP sebanyak 270 ribu ton untuk  memenuhi kebutuhan awal 2020 ini," ungkapnya.

Dijelaskan, harga eceran gula di pasaran saat ini R14-15 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai masih wajar karena kenaikannya cuma 1000-2000 per kilogram.

"Jika dibandingkan dengan bawang putih atau daging yang kenaikannya saja bisa di atas Rp30 ribu," jelasnya.

Ditambahkan, sudah menjadi kebiasaan setiap kali menjelang musim panen atau giling tebu harga gula selalu dimainkan. Hal itu bertujuan supaya bisa impor. Musim giling tahun ini akan dimulai pada Maret-April untuk wilayah Sumatra dan untuk Jawa dimulai Mei.

"Bulog pada musim giling 2019 tidak membeli gula petani, kok tiba-tiba sekarang minta jatah impor untuk stok dan operasi pasar. Kemana bulog saat petani membutuhkan untuk membeli gula tani. Karena pada saat awal sampai puncak musim giling 2019 gula tani hanya laku 10.000-10.500 per kilo,” tandasnya.
 
Ia juga menyayangkan rencana impor tersebut. Terlebih, usulan besaran impor fantastis hingga 200 ribu ton. Dalam hal ini, seharusnya kepentingan pabrik gula dalam negeri tidak sembarangan bicara impor.

"Karena akan berdampak buruk terhadap kelangsungan pabrik gula itu sendiri dan juga terhadap petani," pungkasnya. [hen]


Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta