Penanganan Banjir Di Kota Semarang Butuh Dukungan Warga

Daerah  RABU, 26 FEBRUARI 2020 , 20:16:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Penanganan Banjir Di Kota Semarang Butuh Dukungan Warga
RMOLJateng. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan untuk penanganan banjir dan rob tidak dapat dilakukan apabila tidak mendapat dukungan penuh masyarakat.

Hendi, panggilan akrab wali kota menyebutkan jika persoalan banjir dan rob di Kota Semarang harus dihadapi dengan bergerak bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh stakeholder di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Untuk itulah Hendi mengharapkan  sinergitas yang sudah terjalin di kota yang dipimpinnya itu dapat lebih dikuatkan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan musyawarah rencana pembangunan di aula Kecamatan Semarang Utara.

Hendi menuturkan, mengatasi rob dan banjir bukan hanya dengan membangun pompa dan polder saja, melainkan yang utama adalah dukungan masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah dengan menjaga lingkungan.

"Setiap pihak harus bertanya pada diri masing-masing, mau tidak kotanya bebas dari banjir ? Jika mau, harus mendukung, maka akan bangkit kesadaran, semisal dengan tidak membuang sampah di saluran,” tegasnya.

"Mari kita introspeksi diri, yakinkan bahwa kota ini milik bersama, pemerintah hanya sebagian dari komponen pembangunan yang utuh,” tambah Hendi.

Di sisi lain, Hendi menjelaskan Semarang Utara menjadi salah satu wilayah yang menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kota Semarang, termasuk dalam penanganan masalah banjir dan rob.

Salah satunya ditunjukkan dengan pembangunan bendung gerak Kanal Banjir Barat (KBB) di akhir tahun 2019 diharapkan dapat turut mengendalikan banjir termasuk di Semarang Utara.

Bendung tersebut berfungsi sebagai penahan intrusi air laut, menjaga debit air, menambah pasokan air baku, penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang serta menjadi kawasan wisata baru Kota Semarang.

Secara tekhnis nantinya saat elevasi air mencapai 2,5 m, bendungan akan mengalirkan air ke laut.

Sementara itu, saat musim kemarau, bendung sepanjang 155,50 meter tersebut berfungsi sebagai penampungan air dengan kapasitas 700.000 meter kubik.
 
Pembangunan Bendung Gerak KBB tersebut secara padu dikerjakan dari hulu sampai hilir, mulai dari pembangunan Bendungan Jatibarang, pembangunan kanal banjir, normalisasi sungai, tanggul rob, stasiun pompa, kolam retensi, hingga Bendung Gerak.   

Pada saat elevasi air mencapai 2,5 m, kemudian akan dialirkan ke laut. Melalui Bendung Gerak itu ke depan akan difokuskan pada sektor pariwisata.

Nantinya akan ada perahu naga, lomba dayung dan water sport artinya kelurahan di Semarang Utara harus melakukan penataan wilayah guna mendukung upaya tersebut.

"Untuk itu, melalui Musrenbang ini dapat menjadi media untuk bersinergi dan memfokuskan anggaran yang sudah kita susun dari tingkat kelurahan hingga kecamatan,” tandasnya.

Apalagi di tahun 2021 lurah akan mengelola anggaran sendiri dan memiliki wewenang sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.

Bersama masyarakat, Lurah akan mengelola anggaran Rp 1 milyar guna peningkatan pembangunan di wilayahnya.

Melalui kebijakan tersebut lurah diharapkan dapat menyesuaikan pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi di wilayah masing-masing agar seluruh program dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Semarang. [jie]

Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta