Massa Anti Korupsi Di Blora Tuntut Penegakkan Supremasi Hukum

Daerah  SELASA, 25 FEBRUARI 2020 , 15:04:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Massa Anti Korupsi Di Blora Tuntut Penegakkan Supremasi Hukum
RMOLJateng. Ribuan massa Anti Korupsi Indonesia (Maki), Forum Komunikasi  Masyarakat Blora selatan (Forkos), Koalisi Masyarakat Anti Korupsi menggelar aksi turun ke jalan, Selasa (25/2).

Mereka menuntut agar ditegakkannya supremasi hukum di Kabupaten Blora. Aksi massa anti korupsi dimulai di depan gedung DPRD Kabupaten Blora. Sambil membentangkan sejumlah poster mereka menggelar orasi. Dalam orasinya, mereka meminta DPRD mendukung pemberantasan korupsi di Kabupaten Blora.

"Semangat pemberantasan korupsi di Blora sepertinya berjalan di tempat, bahkan terkesan mundur melalui berbagai macam persekongkolan. Seperti lewat upaya pengkondisian dengan cara penyuapan. Hal ini secara jelas memperlihatkan bagaimana kemunduran-kemunduran semangat pemberantasan korupsi yang ada di kota ini," ucapnya.

Massa anti korupsi mencontohkan kasus yang terjadi kepada anggota DPRD Kabupaten Blora periode lalu. Meski sejumlah saksi sudah dipanggil kejaksaan, namun nyatanya sampai saat ini tidak ada tindak lanjut atas kasus itu.

"Tidak itu saja, pasca pemanggilan 35 saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Blora 2014-2019 oleh Kejaksaan Negeri Blora hingga kini seakan-akan juga tak terlihat bagaimana kelanjutannya. Padahal para saksi sudah dipanggil," ungkapnya.

Aksi massa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah hampir satu jam berorasi, massa akhirnya ditemui langsung oleh ketua DPRD kabupaten Blora, Dasum.

Dalam kesempatan itu, Dasum membacakan pakta integritas yang telah ditandatangani pimpinn DPRD bersama perwakilan massa. Dasum.memgaku akan mendukung penuh tuntutan massa agar pemberantasan korupsi di Kabupaten Blora tidak tebang pilih.

"Tentunya kami akan dukung penuh apa yang menjadi tuntutan kalian. Kami DPRD Blora berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi dan tidak terlibat dalam praktik KKN," jelas Dasum.

Setelah menggelar aksi di depan DPRD, massa kemudian bergeser ke gedung Kejaksaan Negeri Blora untuk menggelar aksi serupa. [jie]


Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta