Kasus Bullying Purworejo, Korban Alami Trauma Hingga Tak Mau Sekolah

Hukrim  KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 , 15:23:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Kasus Bullying Purworejo, Korban Alami Trauma Hingga Tak Mau Sekolah
RMOLJateng. Penyidik Polres Purworejo telah mengamankan tiga tersangka kasus video bulying di sebuah SMP swasta di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.

Ketiganya berinisial TP (15), DF (15) dan UH (14) diduga menganiaya korban CA yang merupakan adik kelas mereka.

"Pada Hari Selasa (11/2) sekira pukul 08.00 WIB, ketiga tersangka yang masih duduk di kelas 9 mendatangi korban di kelas 8. Saat itu korban sedang mengerjakan tugas. Kemudian terjadilah peristiwa seperti di dalam video yang viral itu," jelas Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito dalam jumpa pers di aula Mapolres  (13/2) siang.

Penganiayaan bermula dari adanya permasalahan dari ketiga tersangka yang meminta uang Rp 2000 kepada korban. Kemudian korban melaporkannya kepada guru.

Namun yang dilaporkan korban jumlahnya berbeda, Rp 20.000. Ketiganya merasa kesal dan terjadilah penganiayaan.

"Dari hasil visum terhadap korban, ada lebam di pinggang sebelah kanan diduga akibat ditendang. Ketiganya disangka melanggar Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 3,5 tahun dan denda paling banyak Rp 72 juta," jelas Rizal Marito.

Karena ancaman hukuman di bawah 7 tahun, maka ketiga tersangka berhak mendapat hak diversi. Namun diversi juga harus mendapat persetujuan dari pihak korban.

Menurut pekerja sosial (Peksos) yang mendampingi korban dan ketiga tersangka, Hasmeli Fitri mengungkapkan, korban memang tergolong menderita border line.

Kondisi tersebut mengakibatkan korban CA mengalami gangguan pertumbahan dan pemikiran.

"Korban CA masih dalam kategori  mampu mengikuti pendidikan. Namun sebenarnya lebih baik jika disekolahkan di SLB. Kendalanya, jarak SLB dan rumah sangat jauh, perlu biaya transport harian yang tak sedikit, korban dari keluarga tak mampu," kata Imel di Mapolres.

Korban, lanjut Imel mengaku sudah sejak masuk kelas 8 sering dibully oleh ketiganya. Hingga kini, korban masih trauma dan belum mau sekolah.

Saat Kepala Dinas Pendidikan dan sejumlah wartawan mengunjungi rumahnya di Kecamatan Butuh, korban menangis dan tampak ketakutan berhadapan dengan orang lain. [jie]



Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00