Banyak Yang Gulung Tikar, Perajin Tempe Puskopti Minta Kerjasama Dengan Pemprov Jateng

Ekonomi  KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 , 11:26:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Banyak Yang Gulung Tikar, Perajin Tempe Puskopti Minta Kerjasama Dengan Pemprov Jateng
RMOLJateng. Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah mengeluhkan kondisi saat ini yang mengakibatkan banyak perajin tempe gulung tikar akibat kehabisan modal.

Ketua Puskopti Jateng, Sutrisno Supriantoro, mengatakan dari 36 Koperasi Tempe (Kopti) yang ada selama ini, terdapat belasan perajin yang gulung tikar.

"Sekarang yang bertahan tinggal 22 Kopti. Malahan di area Semarang Timur dan Semarang Barat, banyak perajin yang sudah tidak punya kantor sekretariat lagi," kata Sutrisno, Kamis (6/2).

Sutrisno menjelaskan, salah satu penyebab anggotanya gulung tikar adalah karena banyaknya produk-produk makanan impor.

"Hal tersebut membuat serapan kedelai di tingkat perajin menjadi rendah. Kami mencatat hanya 5 ribu hingga 7 ribu ton saja serapan kedelai oleh perajin di Kopti dari total 30 ribu ton kedelai," tandasnya.

Karena itu, Sutrisno mendesak kepada pemerintah untuk ikut membantu para perajin tempe. Dia meminta agar Bulog bisa menyalurkan kedelai impor bagi para perajin di tiap daerah.

"Kita minta pemerintah segera mengurus nasib perajin tempe ini, biar kita bisa bangkit lagi. Kita mendesak Bulog memberikan kedelai impor kepada perajin tempe," jelasnya.

Menambahkan, Sekretaris Puskopti Jateng, Rifai, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar dapat membuat program bersama untuk meningkatkan produksi Kopti.

"Kita bersama Dinas Koperasi dan UMKM Jateng kemungkinan dalam waktu dekat menggelar diklat pengelolaan manajemen yang modern agar pengelola Kopti yang tidak aktif, nantinya bisa aktif kembali. Serta bisa mengedukasi tata kelola manajemen yang benar,"  paparnya.

Selain itu, Rifai, menginginkan adanya  program yang dapat memberdayakan para perajin yang tersisa saat ini. Kata dia, tiap perajin akan diajak magang untuk meningkatkan inovasinya
 
"Ini artinya mereka nanti tidak hanya mampu memproduksi tempe tahu, tapi juga bisa berinovasi mengolah produk yang digemari masyarakat. Mulai kripik roti brownis dan ragam olahan tempe lainnya," terangnya. [jie]





Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta