Serikat Rakyat Miskin Indonesia Magelang Tuntut BPJS Dibubarkan

Daerah  RABU, 29 JANUARI 2020 , 14:02:00 WIB | LAPORAN: HUDI SOSA

Serikat Rakyat Miskin Indonesia Magelang Tuntut BPJS Dibubarkan

RMOL Jateng

RMOLJateng. Puluhan massa Dewan Pimpinan Kota (DPK) Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Magelang menggelar aksi unjuk rasa menuntut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) dibubarkan.

Mereka menganggap BPJS tidak memihak rakyat kecil.

Orasi dan berbagai poster dibentangkan di halaman Pemkab Magelang sebelum akhirnya perwakilan mereka diterima oleh pejabat Pemkab dan Kepala BPJS Magelang. Salah satu poster bertuliskan BPJS Mencekik Leher Rakyat.

Salah satu pengurus SRMI Provinsi Jateng Cak Hari dalam orasinya mengatakan bahwa Serikat Rakyat Miskin Indonesia berdiri sekitar tahun 2004 yang selalu konsisten pada saat berdiri membela rakyat kecil.

"Hari ini kami turun ke jalan, menuntut BPJS dibubarkan karena tidak memihak kepada rakyat kecil. Hidup rakyat Indonesia," teriaknya, Rabu (29/1) di Pemkab Magelang.

Sementara itu koordinasi aksi Catur Budi menuntut pemerintah mencabut Undang-undang tentang BPJS. "Konsekuensinya BPJS harus dibubarkan, perjuangan kita untuk rakyat semesta, pemerintah berkewajiban menyediakan layanan kesehatan tak terbatas bagi rakyat Indonesia," ujarnya.

Menanggapi tuntutan SRMI, Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Agung Tri Jaya mengatakan, siapapun bebas menyampaikan aspirasi termasuk SRMI yang menuntut BPJS bubar.

"Hak menyampaikan pendapat dilindungi Undang-undang, Namun semua harus melewati aturan yang berlaku. Aspirasi telah kami catat dan akan kami sampaikan ke Bupati," terangnya.

Kepala BPJS Cabang Magelang Dian Meriati tidak mengelak bahwa kondisi BPJS saat ini memang sedang mengalami defisit. "Apapun keluhan masyarakat, kami siap membenahi, silakan jika ada layanan yang kurang maksimal bisa langsung disampaikan ke pihak kami," katanya. [hen]



Komentar Pembaca