Mirip Keraton Agung Sejagat, Kasultanan Keraton Pajang Di Sukoharjo, Aman Dan Eksis Selama 12 Tahun

Daerah  JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 17:15:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Mirip Keraton Agung Sejagat,  Kasultanan Keraton Pajang Di Sukoharjo, Aman Dan Eksis Selama 12 Tahun
RMOLJateng. Di kabupaten Sukoharjo juga berdiri Kasultanan Keraton Pajang. Mirip seperti Keraton Ageng Sejagat, ada Raja atau Sultan, dengan abdi dalem dan kegiatan keraton.

Namun Kasultanan Keraton Pajang ini eksis selama 12 tahun dan aktif melakukan berbagai kegiatan budaya dengan afiliasi budaya keraton Pajang kuno.

"Kasultanan Keraton Pajang ini merupakan yayasan budaya yang resmi terdaftar di Kemenkumham RI. Kami bergerak bidang budaya. Memang saya mendapat mandat sebagai Sultan untuk nguri-nguri budaya Kasultanan Keraton Pajang. Sudah 12 tahun kami beraktifitas dan sepengetahuan Pemkab Sukoharjo, Aparat dan masyarakat sekitar," kata Suradi Suranegoro yang dalam Kasultanan Keraton Pajang bergelar Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV, saat ditemui media di Keraton, Jumat (17/1/2020).

Kasultanan Keraton Pajang pimpinan Suradi Suronegoro berada di dukuh Sonojiwan, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Suradi merupakan pendatang yang asalnya dari Nawonggo, Ceper, Klaten.

Suradi mengklaim semua kegiatan yang dilakukan Kasultanan Keraton Pajang murni kegiatan budaya. Ada 7 kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun.

Yakni Peringatan Malam 1 Suro, Kirab Pusoko, Jumenengan Keraton Pajang, Napak Tilas Joko Tingkir, Haul Joko Tingkir, Wilujengan dan Syawalan.

Jumlah pengageng Kasultanan Keraton Pajang, abdi dalem atau kerabat sekira 5000 orang lebih. Asalnya tidak hanya dari warga Sukoharjo saja, tapi ada dari Malang, Surabaya, Lamongan, Gresik, Magetan dan Wonogiri.

Satu hal lagi yang ditegaskan Suradi mengenai pembiayaan Kasultanan Keraton Pajang dan kegiatan,  semua atas biaya sendiri.

"Semua kegiatan Kasultanan Keraton Pajang kami biayai sendiri, tidak meminta iuran abdi, kami tidak menjanjikan dan tidak memaksakan pada abdi atau masyarakat," tandas Suradi yang keturunan trah Ki Ageng Turus, yakni saudara Kebo Kanigoro, ayah dari Joko Tingkir yang merupakan leluhur raja raja Jawa.

Suradi juga menegaskan Kasultanan Keraton Pajang berbeda dengan Keraton Agung Sejagat, karena semua kegiatan murni kebudayaan dan keagamaan.

Kegiatan yang usai dilakukan Kasultanan Keraton Pajang adalah peresmian Masjid Agung Suro Jiwan. Usai merampungkan masjid, ada dua pembangunan fisik yang akan dilakukan yakni pembangunan Keraton dan Paseban.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Makamhaji Agus Purwanto, mengatakan kegiatan di Kasultanan Keraton Pajang aman dan tidak melenceng.

"Setiap kegiatan diketahui warga sekitar, saya melihat kegiatannya masih wajar yakni kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Kegiatan yang baru saja dilakukan kemarin meresmikan Masjid, yang dihadiri sejumlah pejabat Kabupaten Sukoharjo," kata Agus. [jie]





Komentar Pembaca
Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00