Pemkab Purworejo Apresiasi Langkah Polri Menangkap Raja Keraton Agung Sejagat

Nusantara  RABU, 15 JANUARI 2020 , 13:05:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Pemkab Purworejo Apresiasi Langkah Polri Menangkap Raja Keraton Agung Sejagat

Markas Keraton Agung Sejagat

RMOLJateng. Raja Keraton Agung Sejagat telah ditangkap Polda Jateng semalam. Bangunan yang diklaim sebagai keraton, kini telah dipasang garis polisi.

Semua pengunjung Keraton Agung Sejagat tidak diperbolehkan masuk.

Menanggapi ditangkapnya Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa dan Fanny Aminadia oleh polisi, Kepala Desa Pogung Jurutengah, Slamet Purwadi, menyatakan terima kasih.

"Kami sebagai pemerintah desa, sangat berterima kasih kepada Polri yang telah bergerak cepat. Karena kami memang menolak kegiatan Keraton Agung Sejagat di desa kami. Penangkapan ini sesuai harapan kami agar diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Slamet yang ditemui di kediamannya, Rabu  (15/1/2020).

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat ditangkap oleh Tim Ditreskrimum Polda Jateng yang bekerja sama oleh Polda DIY, Polres Purworejo dan Polsek Bayan di wilayah Desa Jono.

"Saya dari pagi hingga malam bersama dengan Sekdes Muhammad Ngatokilah, Siti Afiah, Dedy, Margo Sanyoto dan Bu Sumarmi diperiksa sebagai saksi. Malam sebelumnya kami memang rapat bersama di Masjid Pandansari untuk menentukan sikap soal Keratan Agung Sejagat," lanjut Slamet.

Salah satu stafnya, Kasi Pelayanan Desa Pogung Jurutengah, Setyo Eko Pratolo bahkan ikut menjadi anggota Keraton Agung Sejagat.  

Slamet menerangkan, kemungkinan besar, Setyo hanya ikut-ikutan mantan Sekdes yang 'menjabat' Maha Patih di Keraton Agung Sejagat, yaitu Chimawan alias Pak Cik.

Sementara itu, Pemkab Purworejo, melalui Kabag Humas Rita Purnama menyatakan, Pemkab mengapresiasi aparat keamanan yang telah mengambil tindakan terhadap pimpinan Keraton Agung Sejagat. 

"Ini sebagai langkah yang tepat, karena sedikit banyak adanya kegiatan Keraton Agung Sejagat  sudah meresahkan warga. Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Artinya jangan gegabah melakukan tindakan main hakim sendiri," terang Rita.

Diharapkan, kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati, dengan ajakan-ajakan yang bertentangan dengan budaya dan norma.

"Jika menemukan aktiftas yang sekiranya mencurigakan dilingkungannya, di desanya, maupun di kecamatan untuk segera melaporkan," ujarnya. [jie]









Komentar Pembaca
Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00