Anggota Keraton Agung Sejagat Tiga Tahun Tidak Digaji

Nusantara  SELASA, 14 JANUARI 2020 , 12:39:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Anggota Keraton Agung Sejagat Tiga Tahun Tidak Digaji

Namono dan Isteri/RMOLJateng

RMOLJateng. Keberadaan Keraton Agung Sejagat yang tengah viral, menjadikan publik bertanya-tanya, apa yang dicari oleh para pengikutnya. Bahkan pengikut Keraton Agung Sejagat kebanyakan berasal dari luar Kabupaten Purworejo. Mereka mengaku dari Yogya, Klaten bahkan ada dari Lampung.
Salah satu pengikut setia pemimpin Keraton Agung Sejagat adalah Namono, warga Desa Pogungjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Jarak rumahnya sangat dekat dengan bangunan yang dianggap Keraton Agung Sejagat. 

Pria lanjut usia ini mengikuti Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa karena percaya dia adalah Sang Ratu Adil yang ditakdirkan menjadi pemimpin bumi.
"Dulu saya memang ikut DEC (Jogja Dec), tapi keluar, mau ngaso, di hati kurang sreg," kata Namono yang diberi pangkat Jendral dalam Keraton Agung Sejagat.

Ketika ditanya apakah dia tahu bahwa pemimpin Jogja DEC dan Keraton Agung Sejagat adalah orang yang sama, dia menjawab tidak tahu. Namun dia tetap yakin kalau Totok yang disebutnya Raja akan menipunya.
Namono juga tidak mengaku ketika ditanya bayar berapa untuk mendaftar.

"Saya ini orang tidak punya, dari mana punya uang untuk membayar," katanya dalam Bahasa Jawa Kromo.
Akan tetapi, istri Namono, Utami mengatakan hal sebaliknya. Menurut Utami, dia sering diminta uang oleh suaminya untuk kepentingan kegiatan Keraton Agung Sejagat.

"Minta saya itu sudah banyak, ya ada sekitar Rp 2 juta. Yang uang dia sendiri saya tidak tahu berapa. Selama tiga tahun gabung, suami saya belum pernah 'digaji', katanya jendral tapi tidak perlu digaji," kata Utami di rumahnya yang sederhana.
Tak hanya uang, setiap ada acara, para istri anggota Keraton Agung Sejagat juga diharuskan memasak untuk acara. Biasanya mereka patungan seadanya.

Lain halnya dengan Sumarmi, yang rumahnya berada persis di samping bangunan 'keraton'. Dia memperoleh informasi bahwa setiap anggota yang mendaftar menyetor sejumlah uang.

"Saya tanya ke anggota Keraton Agung Sejagat, untuk level pejabat kecamatan bayar Rp 3 juta, level pejabat kabupaten Rp 7 juta dan level gunernur Rp 14 juta," ujarnya.
Salah satu nara sumber, Kiki mengatakan ada beberapa nasabahnya yang sampai meminjam uang puluhan juta di BMT tempatnya bekerja.

"Nasabah saya P, pernah cerita kalau dijanjikan gaji Rp 10 juta per bulan. Kalau memang gajinya besar ya pasti nyicilnya lancar. Orang-orang tersebut (anggota Keraton Agung Sejagat) nyicil saja susah," katanya melalui pesan singkat.
Nasabah BMT yang berkantor cabang di Kelurahan Pangen Jurutengah itu, sielain P warga Patutrejo, ada juga  Is warga Wonosari yang menjadi pengikut Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa. [jie]


Komentar Pembaca
Melihat Aktivitas Bongkar Muat Kapal Laut

Melihat Aktivitas Bongkar Muat Kapal Laut

SABTU, 23 NOVEMBER 2019 , 09:51:00

Festival Kampung Gunung Telomoyo Magelang

Festival Kampung Gunung Telomoyo Magelang

JUM'AT, 29 NOVEMBER 2019 , 10:02:00

Lukisan Mural Rumah Peribadatan

Lukisan Mural Rumah Peribadatan

RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 17:15:00