Bank Kurang Ramah Terhadap Masyarakat Kecil

Ekonomi  MINGGU, 12 JANUARI 2020 , 21:01:00 WIB | LAPORAN: DARYONO

Bank Kurang Ramah Terhadap Masyarakat Kecil
RMOLJateng. Pengasuh Ponpes Roudlatut Thalibien Leteh Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengaku gelisah terkait keberadaan bank yang dinilai tidak terlalu ramah pada rakyat kecil.

Gus Mus mengutarakan, selama ini masyarakat bawah sering mengalami kesulitan ketika mengajukan permohonan kredit ke bank, karena persyaratan dan proses yang rumit.

"Sehingga justru masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan sering tidak terakomodir alias luput,” tandas Gus Mus saat memberi tausyiah pada acara peresmian berdirinya Bank Wakaf Mikro (BWM) di Aula Ponpes Raudlatut Thalibien Leteh, Rembang, Minggu siang (12/1).

Ia pun berharap nantinya BWM dapat beroperasi dan bermanfaat bagi masyarakat kecil yang membutuhkan. Selain itu, BWM diharapkan mampu memberikan pelayanan yang mudah kepada masyarakat.

"Alhamdulillah ini ada Pak Wimboh, Ketua Komisaris OJK RI, saya bersyukur sekali. Terutama yang menamakan diri bank wakaf mikro bangkit nusantara ini, sampean harus tahu ini untuk apa. Jangan sampai masyarakat mengira ini bank baru, jangan sampai calon nasabah ketakutan, kalau perlu embel-embel apa itu gak usah dipakai. Supaya mereka mudah, supaya rakyat kecil ini bisa menikmati tanpa ribet dengan birokrasi yang selama ini membikin mereka tersisihkan,” tandas Gus Mus.

Ketua Dewan komisioner OJK RI, Wimboh Santoso menjelaskan, BWM hanya akan berfokus memberikan kredit pinjaman kepada masyarakat ultra mikro. Ia pun menyebut, pinjaman yang diberikan tanpa ada bunga sama sekali.

"Bunga nol, hanya sumbangan administrasi, karena kantornya ini kan perlu listrik, karyawannya juga butuh gaji. Biaya administrasi 3%. Pinjaman maksimal untuk nasabah baru Rp1 juta, diangsur setahun. Setiap minggu membayar Rp26 ribu. Kalau nasabah punya usaha bikin nasi goreng, pasti kan laku itu. Saya yakin tidak akan macet, kecuali meninggal kami tidak akan tarik," katanya.

Ia menjelaskan, sistem kredit di BWM ini berbeda dengan bank ataupun koperasi pada umumnya. Nasabah tidak dikenai buku tabungan alias deposit sehingga tidak ada resiko penggelapan tabungan oleh karyawan.

"Ini non deposit taking, tidak boleh menerima tabungan, jadi jangan khawatir kalau ini akan melarikan duit nasabah. Sejauh ini sudah ada 56 bank wakaf mikro di seluruh Indonesia termasuk disini. Di Rembang terdapat modal Rp8 Milyar, dengan jumlah itu ada 3 ribu nasabah harapan kami, tentunya ini membutuhkan proses," katanya. [hen]



Komentar Pembaca
Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00