Ketika Kaum Disabilitas Turut Hijaukan Tambaklorok

Lifestyle  SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 17:17:00 WIB | LAPORAN: ADITYA ILYAS SAPUTRA

Ketika Kaum Disabilitas Turut Hijaukan Tambaklorok
RMOLJateng. Peluh keringat, tangan kecil mereka mengaduk tanah. Bukan demi diri sendiri, tapi lingkungan sekitar.

"Iya seneng. Bisa tanam itu (bibit pohon)" kata Hasanaya Pranoto, siswa Sekolah Luar Biasa Yayasan Peduli Anak Cacat Semarang (YPAC) tersenyum lebar.

"Pengen lagi" lanjut Hasanaya senang.

Begitulah keceriaan puluhan anak berkebutuhan khusus saat menanam pohon di taman Tambaklorok, Kota Semarang, Minggu (15/12/2019) pagi. Mereka bersama Mahasiswa Pecinta Lingkungan Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Nebula Indonesia menggelar pengenalan lingkungan kepada penyandang disabilitas.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja akhir tahun di organisasi kami. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa peduli terhadap lingkungan, lewat cara paling simpel, menanam.", ujar Adrie Riyanto Barisandi, Ketua Nebula Indonesia di lokasi.

Total 60 bibit pohon mulai bibit pohon sengon laut, jambu biji hingga pucuk merah ditanam di taman RT 04 RW 15 TambakLorok, Kota Semarang. Area tersebut dipilih lantaran kepedulian warga setempat dalam perawatan tanaman.

"Taman disini dipilih karena antusias warga lokal merawat tanaman. Terlebih masih ada beberapa titik yang belum ditanam.", lanjutnya.

Waktu penanaman digelar saat musim penghujan, agar tanaman mendapat suplai air yang cukup. Bibit sengon laut dan pucuk merah serta jambu biji dipilih, karena memiliki banyak manfaat, mulai sebagai peneduh dan berbuah.

"Jika saudara saudara kita yang difabel saja bisa dan mau merawat lingkungan, kenapa anda tidak?" pungkas Adrie.

Warga pun merasa terbantu atas kehadiran penanaman pohon. Slamet, Ketua RW 15 TambakLorok ingin supaya acara serupa dapat digelar kembali. "Kami berharap, bisa ada kegiatan seperti ini.

Sementara Kepala Sekolah Luar Biasa YPAC Semarang, Tugimin mengapresiasi penuh, kerja sama dengan Nebula Indonesia. Kegiatan ini baru pertama kali diadakan bersama kaum difabel.

"Sangat bagus sekali dan saya merasa tersanjung kemudian bahwa YPAC ini merupakan baru pertama kali, ikut menjaga lingkungan penanaman pohon baru pertama kali, belum pernah ada," kata Tugimin.

Ia berharap acara bisa digelar kembali di masa mendatang, karena bisa mengurangi stigma terhadap kaum difabel dalam aktivitas sehari hari.

"Maka ke depannya dapat diadakan kembali dengan catatan sesuai kemampuan." tandasnya.

Komentar Pembaca
Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00