Oknum Polisi Kudus Diduga Aniaya Seorang Tunagrahita

Hukrim  JUM'AT, 13 DESEMBER 2019 , 21:41:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Oknum Polisi Kudus Diduga Aniaya Seorang Tunagrahita
RMOLJateng. Seorang oknum anggota Polsek Gebog, Polres Kudus diduga menganiaya seorang penyandang tunagrahita.

Atas insiden itu, bagian hidung korban mengalami lebam.

Korban yakni Rido (38) yang merupakan penyandang tunagrahita sejak lahir. Saat ini, ia dirawat oleh kakaknya, Yusuf. Mereka kini tinggal di RT 5 RW 3 Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus.

"Dari pihak (Polsek Gebog) sudah minta maaf. Keluarga sudah menerima dan memaafkan," kata Yusuf, Jumat (13/12).

Dijelaskan, Rido memiliki kebiasaan meminta atau mengambil kopi saat ada orang yang tengah menikmatinya.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi dugaan penganiayaan oleh oknum polisi.

Beberapa hari lalu, awalnya seorang anggota Polsek yang tengah bertugas jaga di salah satu bank yang ada di Gebog sedang menikmati kopi.

Rido yang ada di situ kemudian mengambil kopi tersebut sehingga terjadi dugaan tindakan penganiayaan.

"Adik saya itu kan, namanya orang kekurangan mental ya, minta kopi. Minta kopi itu kalau emang ada tamu apapun kopinya diminta. Kalau tidak boleh tangannya begini. Mungkin dari pihak yang bersangkutan belum paham dengan keadaan adik saya," jelasnya.

Akibat dugaan penganiayaan, Rido sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani rontgen. Menurutnya, sang adik hanya mengalami lebam di bagian hidung.

"Visum hasilnya pun dari pihak dokter tidak berat. Saat ini sudah biasa. Alhamdulillah sekarang sudah enakan," paparnya.

Sementara itu, Wakapolsek Gebog Iptu Imam Soekirno saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini pihak keluarga telah menerima kejadian yang menimpa korban.

"Dan kami saling memaafkan," kata Imam.

Ia menjelaskan, saat kejadian memang Rido hendak mengambil kopi milik anggotanya.

Saat itu, kopi masih dalam keadaan panas. Anggotanya yang tengah duduk di kursi tanpa penyangga punggung refleks. Namun kemudian tangannya mengenai hidung korban.

"Pas mau diambil masih panas, tujuannya untuk direda karena anggota saya di belakang kursinya tidak ada penahannya. Jadi mau kebalik ke belakang tujuannya mau ambil pegangan malah kena korban," bebernya. [hen]

Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta