Warga Terdampak Limbah RUM Kembali Gelar Aksi

Daerah  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 14:16:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Warga Terdampak Limbah RUM Kembali Gelar Aksi
RMOLJateng. Warga terdampak PT RUM, mengatasnamakan Forum Warga Terdampak PT. RUM (RATA - PT RUM), menggelar aksi di depan Pabrik PT RUM di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Selasa (10/12) siang.

Mereka bergantian berorasi sambil membentangkan sejumlah spanduk, diantaranya bertuliskan 'Setan PT RUM menghantui masyarakat', 'PT RUM kakehan dusta', 'Tutup PT RUM' dan lainnya.

Herman, koordinator aksi, menyebutkan ada tiga tuntutan yang disampaikan pada aksi siang ini.

"Kami membawa tiga tuntutan, yaitu hentikan pencemaran lingkungan yang di lakukan PT RUM. Cabut ijin lingkungan PT RUM dan hentikan represifitas aparat terhadap warga Sukoharjo," kata Herman.
 
Herman mengatakan sudah berkali-kali PT. RUM dan Pemerintah menjanjikan bahwa mereka akan mengatasi pencemaran lingkungan. Tapi kenyataannya mereka tidak pernah menepati janji.

Warga menilai pemerintah juga tidak tegas menyelesaikan bau limbah PT RUM.

Terpisah, Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh RATA - PT.RUM.

"RUM menghormati unjuk rasa dan sangat menghargai usulan dan memperhatikan keluhan masyarakat," kata Bintoro.

Menurutnya, aksi demo ini tidak mempengaruhi jalannya aktifitas pabrik, sehingga tidak ada karyawan yang diliburkan.

Dia mengatakan seluruh jajaran managemen PT RUM beserta sekitar 2 ribu karyawan aktif, sudah menyatakan memegang komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan pengolahan limbah kearah yang lebih baik lagi.

"Status per hari ini semua indikator formal angka-angka yglang diatur oleh Otoritas KLHK berada pada level yang berada di bawah Ambang Batas yang diwajibkan," jelasnya.

Dia menambahkan, PT RUM sudah selesai memasang alat Suction atau Penyedot udara seperti yang diwajibkan pemasanganya oleh Dinas KLH.

"Saya harap proses unjuk rasa berjalan dengan lancar, tertib dan aman," tutupnya. [jie]


Komentar Pembaca